Pencarian

Podcast Kelupas

APMI Gandeng Poliven, STORY 2026 Cetak Kreator Muda Sawit dari Aceh

Jumat, 24 Juli 2026 • 16:30:39 WIB
APMI Gandeng Poliven, STORY 2026 Cetak Kreator Muda Sawit dari Aceh
APMI Gandeng Poliven, STORY 2026 Cetak Kreator Muda Sawit dari Aceh.

ACEH (RA) – Asosiasi Planters Muda Indonesia (APMI) menggandeng Politeknik Indonesia Venezuela (Poliven) menggelar STORY 2026: Sawit Creator Academy Ekspedisi Aceh pada 22 Juli 2026. 

Program ini menjadi wadah pengembangan kapasitas generasi muda agar mampu menjadi kreator dan komunikator sawit yang kritis, kreatif, serta mampu menyampaikan informasi secara positif dan bertanggung jawab.

Mengusung tema "Dari Serambi Mekah Kita Bersuara, untuk Citra Baik Sawit Indonesia" dengan tagline "Muda Berkarya, Sawit Bersuara", kegiatan ini mengangkat tiga isu utama, yakni Sawit Baik, Kesejahteraan Petani, dan Pengembangan Ekonomi Daerah.

Ketiga isu tersebut menjadi pijakan bagi peserta untuk memahami industri kelapa sawit secara lebih menyeluruh. Sawit dipandang tidak hanya sebagai komoditas strategis nasional, tetapi juga berkaitan erat dengan kesejahteraan petani, penciptaan lapangan kerja, pembangunan ekonomi daerah, hingga masa depan generasi muda di sektor perkebunan.

Ketua Umum APMI Muhammad Nur Fadillah mengatakan generasi muda memiliki posisi strategis di tengah derasnya arus informasi di media digital. Karena itu, mereka perlu dibekali kemampuan memahami isu sekaligus mengomunikasikannya kepada publik secara tepat.

"Generasi muda tidak cukup hanya menjadi penonton dalam percakapan tentang sawit. Kita harus memahami realitasnya, mendengar suara petani dan masyarakat, lalu menerjemahkannya menjadi karya yang kreatif, objektif, dan bertanggung jawab. Dari ujung barat Indonesia, kami ingin anak muda berani berkarya dan bersuara untuk citra baik sawit Indonesia," ujar Fadillah.

Ketua Dewan Penasehat APMI, Dr. (Cand.) Djono Albar Burhan, menambahkan keberlanjutan industri kelapa sawit sangat ditentukan oleh kualitas generasi penerusnya.

"Masa depan industri sawit tidak hanya ditentukan oleh apa yang kita bangun hari ini, tetapi juga oleh siapa yang akan melanjutkannya. Generasi muda perlu dipersiapkan dengan pengetahuan, kepemimpinan, kemampuan berkolaborasi, dan keberanian menghadirkan gagasan baru. STORY menjadi salah satu ruang untuk menumbuhkan kapasitas tersebut," katanya.

Sebagai tuan rumah, Poliven menyambut baik penyelenggaraan STORY 2026 di Aceh. Direktur Poliven yang diwakili Wakil Direktur II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, Fachruddin, menyebut kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi bagi mahasiswa dan generasi muda untuk memahami industri sawit dari berbagai sudut pandang.

"Kami berharap kolaborasi ini mampu melahirkan generasi muda yang memiliki pengetahuan, kreativitas, kepemimpinan, dan kesiapan untuk berkontribusi bagi kemajuan sektor perkebunan," ujarnya.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menjembatani pembelajaran akademik dengan kebutuhan dunia industri. Kolaborasi lintas sektor dinilai mampu memperkaya pengalaman mahasiswa sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan industri perkebunan.

STORY 2026 dikemas melalui tiga rangkaian utama, yakni STORY Talkshow, STORY Workshop, serta STORY Challenge & Awarding.

Pada sesi talkshow, peserta mendapatkan perspektif langsung dari Kepala Bidang Kampanye Positif GAPKI Edi Suhardi dan Wakil Sekretaris Jenderal APKASINDO Fadhli Ali.

GAPKI membahas pentingnya peran generasi muda dalam membangun komunikasi publik sawit melalui konten digital yang kredibel dan bertanggung jawab. Sementara APKASINDO mengangkat perspektif petani sawit rakyat, khususnya mengenai hubungan antara industri sawit, kesejahteraan petani, dan pembangunan ekonomi daerah.

Melalui dua perspektif tersebut, peserta diajak memahami ekosistem industri kelapa sawit secara lebih utuh, mulai dari sisi industri hingga kehidupan masyarakat yang bergantung pada sektor perkebunan.

Nuansa internasional juga hadir dalam STORY Workshop melalui kolaborasi dengan REGENERASI Malaysia. Secara virtual, Vice President Youth Council REGENERASI Malaysia Khairul Amirin Khairudin membahas regenerasi industri sawit, pengembangan kepemimpinan generasi muda, hingga peluang kolaborasi pemuda sawit di kawasan ASEAN.

Kehadiran organisasi tersebut memberi gambaran bahwa tantangan regenerasi sumber daya manusia di sektor perkebunan juga menjadi perhatian negara produsen sawit lainnya, termasuk Malaysia.

Sebagai penutup, peserta mengikuti STORY Challenge & Awarding. Pada sesi ini, mereka diminta menghasilkan karya komunikasi digital yang mengangkat isu Sawit Baik, Kesejahteraan Petani, dan Pengembangan Ekonomi Daerah.

Melalui pendekatan tersebut, STORY 2026 tidak hanya menjadi forum seminar dan pelatihan, tetapi juga mendorong peserta memahami isu, membangun perspektif, mengolah gagasan, hingga menghasilkan karya yang mampu menyampaikan realitas industri sawit dengan bahasa yang dekat bagi masyarakat digital.

Kegiatan ini mendapat dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sebagai sponsor utama.

Kepala Bidang Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansah, mengatakan generasi muda memiliki peran penting dalam menyampaikan kontribusi industri kelapa sawit kepada masyarakat.

"Generasi muda memiliki peran strategis dalam masa depan sektor kelapa sawit. Mereka perlu memahami bahwa sawit tidak hanya berbicara tentang komoditas, tetapi juga berkaitan dengan kesejahteraan petani, pengembangan UMKM, penciptaan lapangan kerja, dan pembangunan ekonomi daerah. Karena itu, kemampuan generasi muda untuk menyampaikan kontribusi tersebut secara kreatif dan bertanggung jawab menjadi semakin penting di era digital," ujarnya.

Selain BPDP, penyelenggaraan STORY 2026 juga didukung GAPKI sebagai silver sponsor, APKASINDO sebagai supported partner, REGENERASI Malaysia sebagai collaboration partner, serta Poliven sebagai host venue.

Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, APMI berharap lahir generasi muda yang mampu berpikir kritis, memimpin, berkolaborasi, serta menjadi komunikator yang menyampaikan realitas industri kelapa sawit secara kreatif dan bertanggung jawab.

Dari Aceh, STORY 2026 diharapkan menjadi awal lahirnya gerakan generasi muda yang membawa perspektif baru bagi komunikasi publik sekaligus mendukung masa depan industri kelapa sawit Indonesia.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks