PEKANBARU (RA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca dan perkembangan hotspot Provinsi Riau untuk Sabtu (14/2/2026). Sejumlah wilayah diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, bahkan berpotensi lebat disertai petir dan angin kencang.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Anggun Rahmania, menyampaikan bahwa pada pagi hari kondisi udara di Riau didominasi udara kabur hingga berawan. Berdasarkan pengamatan citra radar cuaca, hujan ringan hingga sedang telah terjadi di Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar, Siak, Kuantan Singingi, Pelalawan, Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir.
"Memasuki siang hingga sore hari, cuaca umumnya cerah berawan hingga berawan. Namun hujan ringan sampai sedang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Pekanbaru, Dumai, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Siak, Pelalawan, Kuantan Singingi dan Indragiri Hulu," jelas Anggun.
Pada malam hingga dini hari, kondisi udara diprakirakan kembali kabur hingga berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang yang terjadi hampir di sebagian besar wilayah Riau.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Kondisi ini diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kota Pekanbaru, Rokan Hulu, Kampar, Kuantan Singingi dan Indragiri Hulu, terutama pada pagi, malam dan dini hari.
Suhu udara di Riau hari ini berkisar antara 23,0 – 32,0 derajat Celsius dengan kelembapan udara 55 – 98 persen. Sementara arah angin bertiup dari Utara hingga Tenggara dengan kecepatan 10 – 30 km/jam.
Untuk wilayah perairan, tinggi gelombang laut di perairan Provinsi Riau diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter atau dalam kategori rendah.
Selain prakiraan cuaca, BMKG juga memantau perkembangan titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera. Yang mana terjadi penurunan jumlah titik panas yang cukup signifikan hari ini.
BMKG memantau ada 58 titik panas di Sumatera. Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau menjadi penyumbang terbanyak dengan 29 titik panas yang tersebar di Bengkalis 25 titik, Siak 2 titik, serta masing-masing 1 titik di Kepulauan Meranti dan Dumai.
Sementara provinsi lain di Sumatera tercatat Aceh 9 titik, Sumatera Utara 14 titik, Jambi 2 titik, Sumatera Barat 1 titik, Lampung 1 titik dan Bangka Belitung 2 titik.
Anggun Rahmania mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah dengan konsentrasi hotspot tinggi seperti Bengkalis.