Dispar Riau Bakal Gandeng Asosiasi Jasaboga untuk Promosi Makanan Tradisional

Ahad, 08 Februari 2026 | 17:06:00 WIB
Bolu kemojo

PEKANBARU (RA) - Sektor kuliner dinilai memiliki peran strategis dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Provinsi Riau.

Karena itu, Dinas Pariwisata Riau mendorong penguatan asosiasi jasaboga sebagai wadah kolaborasi pelaku usaha kuliner.

Kepala Dispar Riau Tekad Perbatas Setia Dewa menyatakan dukungan penuh terhadap terbentuknya asosiasi sebagai bagian dari penguatan sektor ekonomi kreatif di daerah. Keberadaan itu dinilai strategis dalam mendorong pengembangan kuliner lokal sekaligus meningkatkan daya tarik pariwisata Riau.

“Tentunya kami dari Dinas Pariwisata sangat mendukung dengan adanya asosiasi jasaboga, karena ini bagian dari potensi ekonomi kreatif yang ada di Riau. Jadi salah satu ekonomi kreatif itu adalah kuliner,” katanya.

Menurutnya, kuliner juga menjadi identitas budaya yang mampu memperkenalkan ciri khas suatu daerah. Dikatakannya, Bumi Lancang Kuning memiliki ragam kuliner tradisional yang telah dikenal luas dengan cita rasa khasnya.

Apabila pelaku kuliner se-Riau tergabung dalam satu wadah atau perkumpulan, maka hal tersebut akan semakin memperkuat promosi kuliner daerah. Sinergi bersama pelaku usaha dinilai mampu menciptakan daya tarik wisata yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

“Kalau ada perkumpulan kuliner-kuliner se-Riau tentu menjadi daya tarik wisata bagaimana orang bisa datang ke Riau. Apalagi makanan tradisional terkenal kelezatannya, tentu menarik wisatawan,” jelasnya.

Selain itu, wisata kuliner kini menjadi salah satu alasan utama pelacong berkunjung ke suatu daerah. Dengan pengelolaan yang baik, kuliner khas Riau diyakini mampu menjadi magnet kunjungan wisata, baik wisatawan nusantara maupun mancanegara.

“Kita tentunya komitmen berkolaborasi kalau sudah ada perkumpulan jasaboga ini. Seluruh pelaku usaha kuliner se-Riau, kita lakukan promosi makanan tradisional semaksimalnya,” katanya.

Dalam upaya promosi, media online menjadi sarana yang paling efektif dan relevan saat ini. Platform digital memungkinkan promosi kuliner dilakukan secara luas, cepat, dan menjangkau berbagai segmen wisatawan.

“Apalagi dengan sekarang ini yang paling tepat itu adalah kita bagaimana mempromosi di sosial media kita. Kami selalu mendukung itu,” terangnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa kuliner secara resmi telah masuk dalam 17 subsektor ekonomi kreatif nasional. Hal ini menjadi dasar kuat bagi pemerintah daerah untuk terus mendorong pengembangan kuliner sebagai sektor unggulan.

“Karena kuliner telah masuk dalam 17 Sub Sektor Ekraf, oleh karena itu melalui inilah kuliner kita menjadi daya tarik wisatawan," pungkasnya.

Tags

Terkini

Terpopuler