Lapas Pekanbaru Ikut Ukir Rekor MURI Penyuluhan HIV/AIDS

Selasa, 27 Januari 2026 | 10:59:44 WIB
Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, yang diwakili oleh dr. Sri Handayani.

PEKANBARU (RA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru turut ambil bagian dalam aksi nasional penyuluhan pencegahan HIV/AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS) yang berhasil meraih Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

Penyerahan piagam rekor tersebut digelar di Hotel Tjokro Pekanbaru, Senin (26/1/2026).

Kegiatan ini melibatkan Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI), sejumlah lembaga pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Pemerintah Provinsi Riau juga hadir dan memberikan sambutan dalam agenda tersebut.

Penyerahan piagam Rekor MURI dihadiri Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, yang diwakili oleh dr. Sri Handayani, jajaran pengurus PERDOSKI, tenaga medis, serta pihak terkait.

Capaian ini dinilai sebagai bentuk penguatan edukasi kesehatan masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif.

Penyuluhan HIV/AIDS dan IMS tersebut merupakan bagian dari gerakan nasional untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyakit menular serta pentingnya pencegahan sejak dini.

Kegiatan yang dilaksanakan secara masif dan terkoordinasi ini pun mencatatkan prestasi nasional dengan diraihnya Rekor MURI.

Di Lapas Kelas IIA Pekanbaru, kegiatan penyuluhan diikuti oleh jajaran petugas dan warga binaan pemasyarakatan.

Materi yang disampaikan tenaga medis meliputi pemahaman dasar HIV/AIDS dan IMS, cara penularan, upaya pencegahan, hingga pentingnya menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, mengapresiasi keberhasilan PERDOSKI yang menggagas penyuluhan hingga meraih pengakuan MURI. Menurutnya, pencapaian tersebut mencerminkan komitmen tenaga medis dalam mendukung pemerintah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

"Upaya pencegahan HIV/AIDS dan IMS tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi profesi, dan seluruh elemen masyarakat," kata Syahrial.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru Yuniarto menyebut keterlibatan Lapas dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah di bidang kesehatan, sekaligus bagian dari pembinaan menyeluruh bagi warga binaan.

"Kami sangat mendukung penyuluhan pencegahan HIV/AIDS dan IMS ini. Selain mendukung program pemerintah, kegiatan ini juga menjadi bagian pembinaan kesehatan agar warga binaan memiliki pemahaman yang benar dalam mencegah penyakit menular," ujar Yuniarto.

Tags

Terkini

Terpopuler