Bukan 9 Orang, Korban Wowon Bekasi Sebanyak 11 Orang, Ini Data-datanya

Bukan 9 Orang, Korban Wowon Bekasi Sebanyak 11 Orang, Ini Data-datanya
Tampang tiga pembunuh berantai Bekasi mulai dari kiri ke kanan Dede Wowon dan Duloh (ist)

Riauaktual.com - Polisi menyebut, korban Wowon Bekasi sebanyak 11 orang. Dimana korban tewas sebanyak 9 orang, sementara korban selamat sebanyak 2 orang.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi memastikan, hingga Jumat (20/1/2023) jumlah korban meninggal yang terdata hingga saat ini masih berjumlah 9 orang.

“Kalau korban dengan yang hidup ya berarti 11 tapi kan salah satunya itu ternyata pelaku,” jelas Kombes Hengki di lokasi rumah Wowon dan Solihin Cianjur.

Hengki juga mengaku belum mengetahui persis kapan korban-korban pembunuhan berantai ini dilakukan oleh para pelaku.

“Tim kami masih terus melakukan penyelidikan dan mendalami dengan dibantu oleh penyidik dari Polres Cianjur, termasuk melakukan pembongkaran makam korban,” ujarnya.

“Untuk lokasinya masih kita selidiki. Karena keterangan pelaku ini juga masih terus digali,” jelasnya.

Salah satunya adalah makam Siti di Garut yang merupakan TKW yang diketahui mengirimkan uang kepada para pelaku.

“Sementara ini, Siti adalah TKW,” jawab dia.

Berikut identitas 9 korban meninggal Wowon Cs:

Bekasi:

1. Ai Maemunah (40), istri siri Wowon

2. Ridwan, anak Ai Maemunah dan mantan suaminya, Didin

3. Riswandi, anak Ai Maemunah dan mantan suaminya, Didin

Cianjur:

1. Noneng (mertua Wowon)

2. Wiwin (istri pertama Wowon yang juga anak Noneng)

3. Bayu, 2 tahun, anak Ai Maemunah dan Wowon

4. Farida, TKW

5. Halimah, istri siri Wowon yang juga ibunda Ai Maemunah.

Surabaya:

1. Siti, TKW (dibuang ke laut)

Korban Selamat

1.Ujang Jenal alias Ucok Warga Kampung Babakan Mande, Desa Gunungsari, Kecamatan Ciranjang, Cianjur.

2.Dede Solehudin, tak sengaja minum kopi beracun. Belakangan Dede ditetapkan tersangka pembunuhan karena komplotan Wowon Cs.

Cerita Korban Selamat Wowon Cs

Ujang Jenal (54) alias Ucok tak sengaja minum kopi beracun dari pelaku pembunuhan berantai Wowon (60) dan Solihin (70).

Ujang satu kampung dengan Wowon dan Solihin di Kampung Babakan Mande, Desa Gunungsari, Kecamatan Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat.

Ujang sempat menenggak kopi beracun hingga harus dirawat beberapa hari di rumah sakit.

Kejadian itu bermula ketika tetangga Ujang menemukan sebungkus kopi sachet di depan warung milik Ujang di Kampung Babakan Mande.

Kopi diserahkan pada istri Ujang lantaran menduga jika kopi tersebut milik pembeli yang terjatuh.

“Sama tetangga diambil dan disimpan di pagar katanya menemukan di tengah jalan gang depan warung. Kemudian oleh istri saya disimpan di atas lemari kaca,” ungkap Ujang saat ditemui di rumahnya, Jumat (20/1/2023).

“Kopi itu kondisinya seperti sudah sempat dibuka, karena saat saya buka bungkusnya itu sangat mudah. Biasanya kan sedikit sulit. Tapi saya seduh saja, meskipun sempat terpikir ini kok seperti ini, apakah ada sesuatunya,” kata dia.

Setelah diseduh dan dicicipi, kopi hitam itu memiliki rasa yang berbeda dengan kopi yang biasanya. Bahkan bau kopi hitam itu mengeluarkan aroma yang berbeda, dimana tercium seperti zat kimia.

Ujang lalu menyeduh kopi beracun tersebut. Dua menit kemudian dia muntah-muntah dengan hebat dengan mulut mengeluarkan busa.

Berita Lainnya

index