Dugaan Pelecehan Siswi MTs di Siak Oleh Oknum Staf KUA Berlanjut ke Penegak Hukum

Dugaan Pelecehan Siswi MTs di Siak Oleh Oknum Staf KUA Berlanjut ke Penegak Hukum
Ilustrasi net

Riauaktual.com - Aksi pelecehan seksual diduga dilakukan oleh seorang oknum staf Kantor Urusan Agama (KUA) di kabupaten Siak berinisial Z, terhadap siswi kelas III di salah satu Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Siak berlanjut kepihak penegak hukum.

Kapolres Siak AKBP Ronald Sumaja mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari keluarga korban pada, Rabu (23/11/2022).

Dengan nomor: LP/B/377/XI/2022/SPKT/POLRES SIAK/POLDA RIAU yang berbunyi telah terjadi dugaan perkara tindak pidana pencabulan terhadap anak terjadi hari Senin 7 November 2022.

"Sudah tadi malam. Dan tadi siang sudah digelarkan untuk tindak lanjutnya," sebut Kapolres saat dihubungi Riauaktual.com melalui telepon selulernya, Kamis (24/11/2022).

Kemudian, untuk melengkapi bukti-bukti, pihaknya telah memanggil saksi-saksi untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas. Pasalnya kata dia, kasus tersebut merupakan dugaan kasus cabul.

"Kasusnya cabul (digerayangi). Jadi korban tidak bisa di visum, namun hasil gelar naik ke penyidikan dan masih tahap pemeriksaan saksi-saksi," terangnya.

"Kasus cabul, perlu kehati-hatian. Karena pembuktian berbeda dengan pemerkosaan, atau cabul yang sudah sentuh kelamin," tambah Kapolres Siak Siak tersebut.

Sebelumnya, beredar informasi seorang oknum staff di salah satu KUA di kabupaten Siak melakukan pelecehan seksual terhadap Siswi MTs di kabupaten Siak. Informasi itu berawal dari pengakuan keluarga korban ke wartawan.

Bahwa siswi MTs tersebut mendapatkan perlakuan tak menyenangkan dari oknum tersebut saat studi tour di Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) pada pada 16 November 2022 lalu, didalam Bus.

Dari pengakuan keluarga korban, oknum itu mulai melakukan kelakuan nakalnya saat melakukan pendekatan inten ke korban saat rombongan sampai di Bukittinggi pada siang hari.

Pada waktu itu, oknum tersebut kata keluarga korban belum sepenuhnya melancarkan aksinya, namun korban mulai merasa risih.

Puncaknya, diceritakan keluarga korban pada malam hari sekitar pukul 23.00 WIB saat berada di dalam bus oknum staf KUA tersebut melakukan aksi tercelanya hingga pukul 04.00 WIB (subuh).

"Saat itu korban tengah duduk berdua dengan temannya, tiba-tiba si oknum tersebut datang duduk menyempil di sela-sela bangku bus yang notabene hanya untuk dua orang," terang salah seorang keluarga korban.

Dari pengakuan korban, kata keluarganya tersebut, oknum itu awalnya mengaku numpang duduk karena sudah tak ada lagi bangku kosong. Namun lama kelamaan salah satu tangan si oknum tersebut, mulai menggenggam tangan si korban dan satunya lagi meraba di sekitar dada si korban.

"Anak itu sampai takut dan tak bisa buat apa-apa, bahkan tidak tidur karena menepis tangan jahat korban yang mencoba meraba-raba. Sekarang anak itu trauma," cerita keluarga korban.

Namun menanggapi hal itu, oknum staf KUA, tersebut membantah pengakuan dari pihak korban. Kata si oknum ke wartawan, dirinya sedikitpun tidak berniat melecehkan anak tersebut.

Diceritakannya, saat itu didalam bus memang kondisinya tak ada tempat untuk duduk. Lalu dia berinisiatif untuk mengambil tempat di dekat korban dan temannya.

Ia mengaku tak kenal dengan korban sehingga hal itu tidak mungkin terjadi seperti yang dituduhkan oleh keluarga korban.

"Saya memang ada terpegang tangannya tapi bukan saya yang duluan, dia tertidur dan kemudian entah dia ngigau tiba-tiba memegang tangan saya seperti kekasihnya, lalu saya pergi," kata Z ke wartawan.

Dia menyangkal isu beredar tentang dirinya yang meraba-raba korban, dan hanya mengaku sebatas memegang tangan.

"Demi Tuhan tidak terbesit niat saya untuk melakukan itu, saya mungkin yang salah tetapi tidak seperti kabar yang beredar di masyarakat," ujarnya.

Berita Lainnya

index