Gelora : Krisis Ekonomi Dipengaruhi Faktor Geopolitik

Gelora : Krisis Ekonomi Dipengaruhi Faktor Geopolitik

Riauaktual.com - Krisis ekonomi saat ini, selain memilliki sifat sistemik,  juga dipengaruhi banyak faktor geopolitik seperti perang supremasi antara Amerika Serikat-Rusia, yang berdampak pada harga komoditas secara global.  

Menurut Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, Anis Matta,  krisis global yang sedang terjadi tidak bisa prediksi arahnya. Sementara krisis ekonomi berkepanjangan juga tidak dapat dipisahkan dari pengaruh geopolitik global.

“Ini saling berkaitan tak bisa dipisahkan dengan geopolitik. Krisis yang terjadi seperti ledakan yang sulit dikendalikan, dan membentuk pola tersendiri, " kata Anis Matta dalam Gelora Talk bertajuk 'Ancaman Resesi Global Mengintai, Bagaimana Indonesia Menghadapinya?', Rabu (20/7/2022) sore.

Anis Matta menambahkan banyak negara mengalami goncangan politik yang luar biasa akibat krisis ekonomi. "Persoalan kita sebagai bangsa pada sisi konflik supremasi ini, kita sangat mungkin bisa menjadi collateral damage," ujarnya.

Karena itu, Anis Matta berharap pemerintah mampu membaca arah krisis secara global, seperti kemana arah selanjutnyna dan di mana titik aman Indonesia agar tidak menjadi collateral demage.

"Dalam konteks ini, Partai Gelora meminta pemerintah membaca situasi kita secara lebih lengkap dalam pengelolaan situasi makro dengan tidak membenarkan pemborosan anggaran dalam belanja kita. Itu satu kesalahan yang sangat besar," tegasnya.

Managing Director Political Economic and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan mengatakan, ekonomi Indonesia saat ini sedang menuju resesi. Indikasinya, inflasi tinggi, harga-harga melonjak dan utamanya harga komoditas dunia.  
 
"Indonesia bergantung pada The Fed (Bank Sentra AS) untuk penentuan suku bunga. Sehingga pemerintah harus waspada apabila suku bunga dinaikkan, karena akan berpengaruh pada pelemahan rupiah dan harga komoditas yang menurun. Tentu ini, akan sangat menyulitkan kembali bagi Indonesia," kata Anthony.

Hal senada disampaikan Fuad Bawazier, Menteri Keuangan RI Tahun 1998. Fuad menilai perekonomian nasional masih terasa nyaman karena diuntungkan faktor eksternal yakni kenaikan harga komoditas dunia.

"Kalau ini kemudian jatuh harganya, bagaimana? dan kemungkinannya pasti ada, bisa akhir atau awal tahun 2023 bisa saja. Kalau ini terjadi, semua akan drop, bakal kalang kabut," kata Fuad.

Berita Lainnya

index