Mencari Solusi Cegah Karhutla, Jurnalis Kreatif Riau Gandeng Stakeholder Diantaranya KLHK

Mencari Solusi Cegah Karhutla, Jurnalis Kreatif Riau Gandeng Stakeholder Diantaranya KLHK

Riauaktual.com - Keseriusan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau, khususnya di Kabupaten Siak perlu mendapatkan perhatian khusus baik itu dari pemerintah maupun pihak swasta .

Oleh karena itu, sejumlah awak media yang tergabung dalam Jurnalis Kreatif Riau (JKR) menggandeng beberapa stakeholder, diantaranya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Kegiatan tersebut berlangsung melalui zoom Meeting di kedai kopi Rasa Q Cafe, Siak, Rabu (15/06/2022) kemarin.

Menghadirkan narasumber dari dari akademis Universitas Riau DR Arifuddin, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Riau M. Edy Afrizal, Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Lancang Kuning, Ir. Emy Sadjati, Korwil Manggala Aqni KLHK Riau Edwin Putra, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Kabupaten Siak Kaharuddin dan Koordinator Jurnalis Kreatif, Satria Utama.

Kegiatan tersebut bertajuk solusi permanen pencegahan (Mitigasi) sekaligus penanganan Karhutla di Riau. Dimulai jam 09:30 WIB hingga 12:30 WIB. Melibatkan Jurnalis Kreatif Riau dan media yang bertugas di Kabupaten Siak.

Melalui zoom Meeting, kepala Sub Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Anis Susanti Aliati menyampaikan untuk pencegahan pihaknya telah melakukan kerjasama dengan berbagai pihak. 

"Salah satunya strategi pelaksanaan Masyarakat Peduli Api Paralegal. KLHK memberikan dukungan pengetahuan teknis serta sarana dan prasarana. Dalam prosesnya ada rekrutmen pendamping dan operasi reguler. Di Indonesia, ada MPA Paralegal dengan 18 diantaranya di Riau,"terangnya.

Sementara dari BPBD Riau, Fitra Adhi Mukti mengatakan kegiatan sosialisasi dan patroli yang melibatkan masyarakat. Juga kerjasama dengan universitas pada mahasiswa yang melakukan kuliah kerja nyata. 

"Seperti pemetaan sumber air, melalui aplikasi sistem informasi pengendalian karhutla Riau (sipakar) bisa diketahui sumber air," sebutnya. 

Sedangkan dari Korwil Manggala Aqni KLHK Riau Edwin Putra menjelaskan terjadinya kebakaran hutan dan lahan 99% disebabkan oleh ulah tangan manusia.

Maka dari itu kata dia, solusi pencegahannya tidak hanya tergantung dari satgas Karhutla maupun dari tim Manggala Aqni, BPBD dan pemerintah, namun kesadaran dari masyarakat itu sendiri.

"Langkah yang sudah dilakukan Manggala Aqni dari dampak bahaya membakar hutan dan lahan dimusim kemarau, seperti melakukan sosialisasi terhadap perusahaan dan juga terhadap masyarakat. Selain itu, kita juga melakukan pelatihan-pelatihan ke pihak perusahaan dan pemerintah daerah,"sebut Korwil Manggala Aqni KLHK Riau Edwin Putra.

Namun yang terpenting untuk mencegah Karhutla, sambung Edwin membentuk relawan-relawan Karhutla ditengah masyarakat.

"Tugas kita minimal harus bisa mengendalikan Karhutla. Kalau menghilangkan, rasanya sangat mustahil, apalagi untuk Riau. Nah pencegahan ini menjadi prioritas utama kita,"paparnya.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Siak Kaharudin mengatakan, BPBD Siak telah mengambil langkah-langkah penguatan kesiapsiagaan terhadap ancaman Karhutla, mulai dari pemantauan melalui sistem peringatan dini, hingga melakukan sosialisasi secara masif ke tingkat desa yang ada.

"Bahkan di Siak sudah ada Perdes disalah satu desa di Kecamatan Sungai Apit yang mengatur sanksi sosial terhadap pelaku pembakar hutan. Dan ini yang kami sosialisasikan kepada desa lain karena ini menjadi upaya agar masyarakat menjadi lebih peduli terhadap Karhutla," ujar Kahar.

Salah satu contoh perusahaan di Siak yang aktif dan berperan penting di masyarakat dalam menyosialisasikan Karhuta yakni PT Arara Abadi APP Sinarmas. Lewat program-program pemberdayaan masyarakat desa akhirnya masyarakat bisa membuka lahan tanpa membakar.

Seperti kisah Herman (52) warga Kampung Pinang Sebatang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, yang merupakan seorang petani yang tergabung dalam program kemitraan Desa Makmur Peduli Api (DMPA) dari PT Arara Abadi sejak 2018 lalu.

Dahulunya ia hanya seorang petani sederhana yang memiliki lahan kurang lebih 2 hektare di kebunnya, lahan itu akan ia tanami kelapa sawit. Untuk membersihkannya Herman memilih jalan singkat dengan cara membakar, agar biaya dan operasionalnya jauh lebih murah dan mudah.

"Dahulunya tahun 2015 sebelum saya bekerjasama dengan Arara Abadi, saya membersihkan lahan saya dengan cara membakar. Waktu itu saya tidak tahu aturan yang penting saya bisa menanam sawit," cerita Herman dalam webinar.

Dalam perjalanannya, Herman ditawarkan ikut dalam program DMPA oleh perusahaan Sinarmas grup itu untuk menjadi petani Holtikultura pada tahun 2018. Seluruh bimbingan diakomodir oleh pihak perusahaan mulai dari cara membersihkan lahan dengan tidak membakar sampai dengan prospek ekonomi menjadi petani holtikultura yang sukses.

Untuk diketahui, PT Arara Abadi Sinarmas grup juga aktif dalam penanganan Karhutla di Riau. Sejumlah peralatan canggih hingga Helikopter Water Boombing juga disediakan oleh pihak perusahaan.

Berita Lainnya

View All