Pencarian Kakek Hilang di Hutan Rohil Dihentikan

Pencarian Kakek Hilang di Hutan Rohil Dihentikan
Basarnas Pekanbaru

Riauaktual.com - Proses pencarian terhadap Muhtar yang hilang di hutan sekitaran Desa Bantayan Hilir, Kecamatan Batu Hampar, Kabupaten Rokan Hilir dihentikan. Meski, saat ini kakek berusia 84 tahun tersebut belum ditemukan. 

Humas Basarnas Kota Pekanbaru, Kukuh Widodo menyampaikan, tim SAR gabungan melaksanakan diskusi dan koordinasi dengan unsur yang terlibat dalam pencarian ini, termasuk pihak keluarga korban, Kamis (26/5). Hasilnya, operasi pencarian dihentikan 

"Akhirnya disepakati untuk menghentikan operasi SAR karena tidak efektif lagi," sebut Kukuh, Ahad (29/5). 

Upaya pencarian kata Kukuh, telah dilaksanakan di semua area, sejak hilangnya korban sampai hari pencarian ketujuh. Hasilnya masih nihil, maka operasi SAR diusulkan untuk ditutup. “Unsur yang terlibat kembali ke instansi masing-masing, namun operasi SAR akan dibuka kembali apabila terdapat tanda-tanda adanya korban," sebutnya.

Upaya pencarian telah dilakukan hingga radius 1 sampai 2 kilometer dari titik LKP, atau last known position atau posisi terakhir diketahui, Basarnas Pekanbaru, mengerahkan tim rescuer dari Unit Siaga SAR Rohil untuk melakukan pencarian terhadap korban.

Korban diketahui hilang sudah sejak tanggal 18 Mei 2022. Namun Basarnas Pekanbaru baru menerima informasi terkait kejadian hilangnya korban pada Senin (23/5) ."Tim dari Unit Siaga SAR Rohil sudah bergerak menuju ke lokasi. Jaraknya sekitar 25,49 km," kata Kukuh Widodo.

Ia menerangkan, informasi terkait hilangnya korban dilaporkan langsung oleh Kepala Desa Bantayan, Azwan kepada Basarnas.

"Korban yang sudah lansia dan pikun berjalan kaki sendiri dari rumahnya menuju ke barat ke Jalan Parit Datuk Bagan, ke kebun sawit yang biasa ia datangi. Namun hingga menjelang malam hari, korban tidak pulang ke rumahnya hingga keesokan paginya," urai Kukuh.

Dipaparkannya, sebelumnya pihak keluarga bersama masyarakat setempat, sudah berupaya melakukan pencarian, tapi hasilnya nihil. Kejadian ini lalu dilaporkan ke Basarnas. Tim Basarnas dengan dibekali sejumlah peralatan seperti perlengkapan mountaineering, alat navigasi, dan lain-lain, segera berangkat ke lokasi kejadian. "Ada 4 personel rescuer Basarnas yang dikerahkan untuk melakukan pencarian," pungkasnya.

Berita Lainnya

View All