Kecamatan Limapuluh Catat Kasus Stunting Tertinggi Sepanjang 2021

Kecamatan Limapuluh Catat Kasus Stunting Tertinggi Sepanjang 2021
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Zaini Rizaldy Saragih,

Riauaktual.com - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menangani permasalahan stunting melalui perbaikan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). 

Pencanangan dilakukan dengan menggencarkan sosialisasi ASI eksklusif, pendidikan gizi untuk ibu hamil, pemberian TTD untuk ibu hamil, Inisiasi Menyusui Dini (IMD), Pemberian Makan pada Bayi dan Anak (PMBA), program penyehatan lingkungan, penyediaan sarana, dan prasarana air bersih dan sanitasi.

"Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Zaini Rizaldy Saragih, Jumat (7/1/2022). 

Periode 1000 hari pertama kehidupan merupakan simpul kritis sebagai awal terjadinya pertumbuhan stunting, yang sebaliknya berdampak jangka panjang hingga berulang dalam siklus kehidupan. 

Berdasarkan data tahun 2021, persentase kasus balita stunting tertinggi terdapat di Kecamatan Limapuluh sebanyak 76 kasus (7,29%), Kecamatan Payung Sekaki sebanyak 26 kasus (2%), dan Kecamatan Rumbai Barat sebanyak 30 kasus (1,91%).

Sedangkan persentase stunting terendah terdapat di Kecamatan Kulim sebanyak 2 kasus (0,08%).

Bila dibandingkan dengan data 2020, persentase kasus balita stunting tertinggi terdapat di Kecamatan Sail sebanyak 62 kasus (9,06%), Kecamatan Limapuluh sebanyak 101 kasus (7,18%), dan Kecamatan Tenayan Raya sebanyak 231 kasus (3,41%). Sedangkan persentase stunting terendah terdapat di Kecamatan Senapelan sebanyak 5 kasus (0,38%).

Berdasarkan Perwako Nomor 134 Tahun 2021 tentang Konvergensi Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting maka ditetapkan 15 Kelurahan dari 83 kelurahan yang menjadi lokasi fokus Stunting pada tahun 2020/2021. Berdasarkan data pada 2020, kasus stunting tertinggi terdapat di Kelurahan Suka Mulia (11,59%), Melebung (10,39%), dan Tanjung Rhu (8,70%). 

Sedangkan prevalensi stunting tertinggi tahun 2021 terdapat di Kelurahan Pesisir (11,31%), Tanjung Rhu (6,67%), dan Rumbai Bukit (4,22%). Prevalensi stunting yang terendah terdapat di Kelurahan Lembah Sari (1,33%) dan Rejosari (0,30%). Terdapat 1 kelurahan yang mengalami kenaikan prevalensi stunting dari tahun 2020 ke tahun 2021 yaitu Kelurahan Pesisir.

Hal ini dikarenakan Kelurahan Pesisir berada di wilayah pinggiran sungai. Sehingga, akses sanitasi dan PHBS yang kurang baik di tingkat rumah tangga serta lingkungan yang tidak bersih akan membuat balita mudah terkena penyakit infeksi yang berulang. 

"Selain itu, faktor ekonomi masyarakat di daerah tersebut tergolong menengah ke bawah. Ditambah lagi dengan kondisi pandemi Covid-19 yang mempengaruhi pemenuhan gizi masyarakat terutama balita berkurang sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan balita," pungkasnya. 

Berita Lainnya

View All