Foto/Sindonews.com

Disindir Fahri Soal Illegal Fishing, Menteri Susi Bilang Naif

Kamis,12 Juli 2018 - 14:24:10 WIB Di Baca : 588 Kali

Riauaktual.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah terlibat "adu mulut" di lini masa Twitter. 

Peristiwa itu bermula dari kicauan Fahri yang mengomentari pemberitaan media online mengenai pernyataan Susi yang menyatakan pemberantasan pencurian ikan atau illegal fishing adalah langkah awal untuk menumbuhkan rasa cinta masyarakat kepada laut.

"Dikasih waktu 5 tahun dijadikan langkah awal...seharusnya 5 tahun dipakai selesaikan kerjaan. Baru bertanggung jawab atas amanah namanya...kalau 5 tahun lagi kan beum tentu terpilih...," cuit Fahri melalui akun Twitternya @Fahrihamzah disertai emoji tertawa, Rabu 11 Juli 2018 malam. 

Komentar Fahri langsung ditanggapi Susi. Menteri yang dikenal nyentrik ini membalas komentar Fahri. 

"Sebaiknya baca seluruh statemen saya. Jangan dipotong separuh separuh. Akhirnya seolah seperti yg anda pikir. Naif !!!" tulis Susi melalui akun Twitternya, @susipudjiastuti. 

Kicauan Susi kembali dibalas Fahri. "Saya komentari setelah baca bu. Kalau saya komentari lebih jauh salahnya tambah banyak nanti..." tulis Fahri. 

Kemudian Fahri mencuitkan beberapa pernyataan khusus ditujukan kepada Susi. "Ibu Susi YTH, negara ini besar perlu pikiran besar. Tapi bangsa ini juga punya kultur, sering terpukau sama orang terkenal. Itulah yang saya lihat sehingga kesalahan ibu enggak ada yg berani cegah. Ketemu lagi presiden yang Gak paham persoalan. Sempurna!" tulisnya. 

Fahri juga mengakui dalam banyak hal setuju terhadap Susi. Namun dia berharap Susi terbuka menerima kritik. 

"Ditambah lagi, gaya jenggo ibu Susi memang langka (saya dalam banyak hal setuju). Tetapi, kita tetap harus benar, tidak melanggar hukum dan terbuka menerima kritik dan saran. Saya ingin menyampaikan masukan kepada ibu di luar puja puji asal ibu senang," tandasnya.

Dia mengungkapkan ada seorang pemuda di kampungnya, aktivis nelayan bernama Rusdianto yang mengkritik Susi lalu menjadi tersangka pencemaran nama baik.  "Itu tidak baik. Dia nelayan," tulis Fahri.

"Saya sekarang ingin memperdengarkan suara nelayan kepada ibu. Nelayan tambah susah bu, hidup makin sengsara, melaut lebih susah dan mereka menangis. Lalu dengan segenap popularitas itu ibu berjuang untuk siapa? Rusdi bukan siapa-siapa bu, dia nelayan kecil," cuit Fahri. (Wan)

 

Sumber: Sindonews.com


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...