Anak Polisi, Dosen dan Guru Terlibat Geng Motor

Anak Polisi, Dosen dan Guru Terlibat Geng Motor
ilustrasi. int

PEKANBARU (RA) - Setelah dilakukan penyelidikan terhadap dua kasus tindak pidana pengerusakan disertai penyerangan terhadap salah satu warnet di Jalan M Ali beberapa pekan lalu dan pengeroyokan di Jalan Kapling, persisnya di depan Lembaga Permasyarakat Kota Pekanbaru sekelompok geng motor, maka aparat kepolisian malam Minggu tadi melakukan penangkapan terhadap 5  petinggi geng motor tersebut. Ironisnya, setelah diinterogasi,  tiga dari kelima tersangka pelaku yang ditangkap diduga anak dari seorang oknum Perwira Polisi, Dosen dan Kepala Sekolah.


Pantauan di lapangan Sabtu (08/12/2012) kemarin sekitar pukul 17.00 WIB, tim opsnal Sat Reskrim Polresta Pekanbaru  yang mendapat informasi keberadaan target yang indentitasnya sudah dikantongi setelah diduga kuat mereka terlibat tindak pidana pengerusakan dan pengeroyokan di dua tempat itu, sore itu langsung turun ke Jalan Naga Sakti (kawasan stadion utama) guna melakukan penangkapan.

Begitu sampai di Jalan Naga Sakti, tim opsnal yang berjumlah lebih dari lima orang tersebut, terlebih dulu berputar-putar di kawasan tersebut. Setelah target terlihat berada di kawasan tersebut, satu persatu dari mereka berhasil diringkus. Keempat petinggi geng motor yang ditangkap tersebut, yakni NA (18) warga Jalan Muhajirin menjabat sebagai Ketua Junior Raider Club (JPC), MO (18) warga Jalan Delima menjabat Ketua Geng Motor Keparat yang juga bekerja sebagaia honorer Samsat Polda Riau, EJ (20) warga Jalan Dirgantara menjabat sebagai Wakil Ketua Geng Motor Keparat dan MR (17) warga Pandau menjabat sebagai Kordinator geng motor XTC.

Selain keempat petinggi geng motor tersebut, tim opsnal juga berhasil meringkus seorang anggota geng motor JRC  yang juga masih berstatus pelajar  yakni RA (16) warga Perumahan Damai Langgeng. Dimana kelima pelaku yang berhasil diringkus, telah ditetapkan tersangka pelaku. Hingga berita ini diterbitkan, kelima tersangka pelaku harus mendekam di balik jeruji besi Polresta Pekanbaru, untuk mempertanggung jawabkan perbuatan.

Informasi serta keterangan dirangkum  hingga Sabtu malam setelah kelima tersangka pelaku diringkus, bahwa tiga dari kelima tersangka yang diamankan diduga anak dari salah seorang oknum polisi, oknum dosen dan guru. Namun sejauh ini, identitas ketiga orangtua tersangka pelaku yang diketahui seorang oknum Polisi, Dosen dan guru belum diketahui, karena kasus ini masih dalam pengembangan guna mengejar beberapa pelaku lagi yang diduga kuat terlibat dalam berbagai aksi kejahatan di Kota Pekanbaru.

Hingga malam tadi sekitar pukul 23.00 WIB,  tim opsnal Sat Reskrim masih terus melakukan pengembanggan guna mengejar beberapa pelaku lagi yang diduga juga terlibat. Berawal dengan melakukan penyisiran di sekitar Jalan Naga Sakti, Jalan Garuda Sakti, AKAP, Jalan Soekarno Hatta. Terlihat kondisi di beberapa tempat yang disisir tim opsnal sunyi dan senyap, seakan-akan mereka sudah mengetahui gerak geriknya sudah dipantau pihak kepolisian setelah keempat petinggi mereka terlebih dulu ditangkap.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Drs R Adang Ginanjar S MM melalui Kasat Reskrim AKP Arief Fajar Satria SH SIk ketika dikonfirmasi membenarkan telah dilakukan penangkapan terhadap empat orang petinggi geng motor yang diduga kuat terlibat tentang tindak pidana pengerusakan dan pengeroyokan. “Saat ini kelima pelaku tersebut, sudah kita tetapkan tersangka pelaku," terangnya. (RA11)

Namun terkait adanya keterangan didapat KR, bahwa tiga dari lima tersangka pelaku yang telah ditangkap, diduga merupakan anak seorang oknum Perwira Polisi, Dosen dan Kepala Sekolah, dikatakan Arief. Untuk kebenaran informasi tersebut, sampai saat ini, saya belum mendapat laporan dari hasil pemeriksaan dari anggota penyidik, karena kelimanya masih menjalani pemeriksaan intensif. Dalam kasus ini tidak ada interpensi, terbukti terlibat, maupun mereka anak polisi, dosen atau guru maupun pejabat, tetap kita proses,"katanya

Berita Lainnya

index