Gembong Jaringan Narkoba di Pekanbaru Sebut Oknum TNI dan Polri Terlibat

Gembong Jaringan Narkoba di Pekanbaru Sebut Oknum TNI dan Polri Terlibat
illustrasi (int)

PEKANBARU (RA) - Salah seorang pelaku penyandraan Polisi, ZN yang saat ditangkap di rumahnya Jalan Pendwa, Marpoyan Damai, di tembak oleh polisi karena melakukan perlawanan. Pelaku yang ditembak di kaki kiri dan kanan itu kini menjalani perawatan di RS Bahyangkari Jalan Kartini Pekanbaru.

Dalam keadaan babak belur, pelaku juga mencurahkan isi hatinya, seakan menyesal. "Tidak ada urusan dia (korban-red) sama kami. Dia harus mati," teriaknya.

Terlihat, pelaku yang babak belur tersebut sedikit berlumuran darah. Hanya memakai celana pendek saja. Pelaku ini juga sempat beberapa kali menyebutkan perkataan yang sukar dimengerti.

Pelaku juga sempat berteriak menyebutkan siapa teman-temannya saat menyandera korban. "Ada juga anggota TNI. Satu lagi ada yang dari Polda," teriak korban.

Terkait hal ini, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Drs R. Adang Ginanjar melalui Kasat Reskrim AKP Arief Fajar mengungkapkan, pihaknya masih belum bisa menyebutkan dari mana asal pelaku.

"Kita masih melakukan pengembangan. Kita belum bisa menyebutkan dari mana pelaku. Yang jelas, pelaku menyandera korban karena jaringan narkobanya diketahui oleh korban," jelas Kasat reskrim.

Sementara itu, korban Joko Febrianto (27) juga dirawat di Rumah Sakit yang sama di runagan VIP A. Terlihat beberapa tubuh korban dibalut perban dan diplester. Korban juga telah menjalani operasi Selasa (13/11) pagi tadi. (RA9)

Ikuti RiauAktual di GoogleNews

Berita Lainnya

Index