Pencarian

Podcast Kelupas

Usai Dievakuasi BBKSDA Riau, Anak Harimau Sumatera Dirawat di Yayasan Arsari Djojohadikusumo

Kamis, 12 Maret 2026 • 14:09:00 WIB
Usai Dievakuasi BBKSDA Riau, Anak Harimau Sumatera Dirawat di Yayasan Arsari Djojohadikusumo
Anak harimau sumatera berkenis kelamin netina dan berumur sekitar 1 tahun berhasil dievakuasi BBKSDA Riau.

PEKANBARU (RA) - Usai dievakuasi tim Balai Besar KSDA Riau bersama aparat dan masyaraka. Anak Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), untuk sementara waktu, ditempatkan di pusat penyelamatan satwa milik Yayasan Arsari Djojohadikusumo.

Hal itu guna menjalani pemantauan dan perawatan lebih lanjut. Dimana sebelumnya anak harimau yang diketahui berjenis kelamin betina itu, dilaporkan beberapa kali memangsa ternak warga di wilayah Tanjung Pulai, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Kepala Balai Besar KSDA Riau melalui Kepala Bidang Teknis Ujang Holisudin menjelaskan, kemunculan satwa dilindungi tersebut telah terpantau sejak beberapa waktu terakhir di sekitar permukiman masyarakat.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, satwa tersebut diketahui merupakan anak Harimau Sumatera berjenis kelamin betina dengan perkiraan usia kurang dari satu tahun.

"Kondisi kesehatan secara umum baik, tidak ditemukan luka pada tubuhnya serta menunjukkan perilaku yang normal, meski secara fisik terlihat agak kurus," jelas Ujang, Kamis (12/3/2026).

Untuk sementara waktu, satwa tersebut ditempatkan di pusat penyelamatan satwa milik Yayasan Arsari Djojohadikusumo guna menjalani pemantauan dan perawatan lebih lanjut.

"Setelah proses pemulihan selesai, BBKSDA Riau akan mempertimbangkan langkah terbaik, termasuk kemungkinan pelepasliaran kembali ke habitat alaminya," ungkapnya.

BBKSDA Riau juga mengapresiasi peran berbagai pihak yang turut membantu penanganan satwa tersebut, mulai dari aparat TNI, Polri, pihak perusahaan hingga masyarakat setempat.

Pihak BBKSDA mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri maupun satwa liar yang dilindungi.

"Jika masyarakat menemukan tanda-tanda keberadaan Harimau Sumatera di sekitar permukiman, segera laporkan kepada petugas atau melalui call center BBKSDA Riau agar dapat segera dilakukan penanganan," pungkasnya.

Awalnya, Pada 25 Februari 2026 seekor Harimau Sumatera dilaporkan memangsa kambing milik warga hingga mendekati teras rumah di wilayah Tanjung Pulai, Pelalawan, Riau.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim langsung melakukan upaya mitigasi konflik dengan memasang kandang jebak (box trap). Namun hingga 3 Maret 2026, satwa tersebut belum berhasil diamankan.

Peristiwa serupa kembali terjadi pada 9 Maret 2026 sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu seekor harimau kembali memangsa kambing milik warga yang berada di dalam kandang.

Lokasi kejadian berada tidak jauh dari simpang tiga jalan menuju Desa Pulau Muda yang dalam beberapa bulan terakhir kerap dilaporkan sebagai titik kemunculan satwa tersebut.

Tim kemudian kembali memasang kandang jebak pada 10 Maret 2026 sekitar pukul 11.00 WIB di lokasi kejadian dengan memanfaatkan sisa ternak yang dimangsa sebagai umpan.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pada malam harinya sekitar pukul 21.00 WIB saat tim melakukan pemantauan, harimau tersebut terpantau telah masuk ke dalam kandang jebak sehingga berhasil diamankan.

"Selanjutnya, Rabu (11/3/2026) kemarin, tim melakukan proses evakuasi dengan memindahkan satwa dari kandang jebak ke kandang angkut melalui prosedur pembiusan oleh tim dokter hewan BBKSDA Riau," tutup Ujang.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks