PEKANBARU (RA) - Langit Kota Pekanbaru kembali cerah setelah beberapa hari terakhir diguyur hujan. Kondisi tersebut disambut positif Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Tengku Azwendi Fajri SE MM.
Azwendi berharap hujan yang turun dapat menjaga kualitas udara sekaligus mencegah kabut asap kembali menyelimuti Kota Pekanbaru.
"Dalam beberapa hari Pekanbaru sudah mengalami curah hujan yang cukup. Tentunya kita bersyukur kembali udara kita segar dan langit sudah kembali biru," kata Azwendi, Kamis (24/9/2026).
Menurutnya, membaiknya kondisi udara menjadi kabar baik setelah masyarakat Pekanbaru sempat menghadapi kabut asap dalam beberapa pekan terakhir.
"Kemarin selama beberapa minggu dan beberapa bulan kita menghadapi langit yang selalu gelap. Tapi sekarang alhamdulillah sudah kembali biru," ujarnya.
Meski kondisi udara mulai membaik, politisi Partai Demokrat itu meminta masyarakat tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Ia juga mendorong pemerintah untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran, baik di lahan, kebun maupun halaman rumah.
"Paling tidak kita tidak ikut menyumbangkan polusi udara dan asap dalam bencana yang kita hadapi kemarin," tegasnya.
Selain masyarakat, Azwendi meminta Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru tetap memantau perkembangan kualitas udara.
Menurutnya, meski saat ini tidak terdapat titik panas di wilayah Pekanbaru, asap dari daerah sekitar masih berpotensi terbawa angin ke wilayah kota.
"Dinas Pendidikan harus tetap memantau dan memastikan situasi kondisi udara. Kalau kondisi Pekanbaru tidak ada hotspot atau titik api, tetapi dari daerah tetangga mungkin angin membawa asap ke sini, kita tetap harus siaga dan waspada," jelasnya.
Azwendi menegaskan, jika kualitas udara kembali memburuk akibat asap maupun polusi, Disdik dan Diskes harus segera mengambil langkah sesuai kondisi di lapangan.
Hal tersebut penting dilakukan untuk melindungi kesehatan anak-anak sekolah dan masyarakat secara umum.
"Kalau kembali menimbulkan asap ataupun polusi, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan harus menindaklanjuti dengan tepat," tutup Azwendi.