Pencarian

Podcast Kelupas

Tiga Kecelakaan Terjadi dalam Sebulan di Pelalawan

Kamis, 24 September 2026 • 14:42:38 WIB
Tiga Kecelakaan Terjadi dalam Sebulan di Pelalawan
Kecelakaan bus PMH mengakibatkan 4 orang tewas di Jalan Lintas Timur, Kabupaten Pelalawan, Riau, pada 1 Maret 2026 lalu.

PELALAWAN (RA) - Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) masih menjadi perhatian di Kabupaten Pelalawan, Riau. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah kecelakaan terjadi di jalur utama maupun kawasan koridor perusahaan.

Salah satu kecelakaan fatal terjadi di Jalan Lintas Timur (Jalintim) KM 83, Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras, pada Agustus 2026.

Dalam kecelakaan tersebut, pasangan suami istri berinisial AS (60) dan RN (56) meninggal dunia di lokasi.

Keduanya menjadi korban setelah sepeda motor yang dikendarai tertabrak truk tangki yang kehilangan kendali.

Kecelakaan kembali terjadi di Jalan Koridor RAPP KM 44, Desa Segati, Kecamatan Langgam, 17 September 2026.

Kecelakaan melibatkan sepeda motor Honda Revo Fit BM 5060 CAI dengan truk balak BM 8020 NU.

Pengendara sepeda motor bernama Iwan Siregar (35), warga Barumun Tengah, meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Sementara pengemudi truk balak selamat.

Selang beberapa hari kemudian, tepatnya 22 September 2026, kecelakaan beruntun melibatkan lima kendaraan terjadi di Jalan Lintas Timur, kawasan Simpang Palas, Kecamatan Pangkalan Kuras.

Kendaraan yang terlibat terdiri atas truk BK 8188 HV, satu unit bus, Toyota Kijang Innova dan dua unit Toyota Avanza.

Sejumlah kendaraan mengalami kerusakan berat. Satu unit bus dan sebuah Toyota Avanza bahkan terbalik, sedangkan Toyota Innova mengalami kerusakan berat.

Dalam kecelakaan tersebut tidak ada korban meninggal dunia. Sejumlah korban mengalami luka-luka dan telah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Kecelakaan juga sempat menyebabkan arus lalu lintas tersendat. Personel Satlantas Polres Pelalawan kemudian turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan mengatur arus kendaraan hingga kondisi lalu lintas kembali normal.

Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara melalui Kasat Lantas AKP Zahratul Aulia Harun, membenarkan terjadinya kecelakaan beruntun tersebut.

"Lagi evakuasi dan laporan menyusul ya," kata Zahratul.

Terkait upaya pencegahan kecelakaan, Zahratul mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah langkah, termasuk memasang spanduk imbauan kepada pengguna jalan.

"Kami juga sudah memasang spanduk-spanduk imbauan," ungkapnya, Kamis (24/9/2026).

Namun, kondisi Jalintim yang menjadi salah satu jalur utama penghubung antarwilayah di Riau membutuhkan perhatian lebih, terutama karena adanya pekerjaan perbaikan jalan dan penerapan sistem buka-tutup arus di sejumlah titik.

Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan antrean kendaraan dan kemacetan, sehingga pengguna jalan perlu lebih berhati-hati ketika melintas.

Di tengah momentum peringatan HUT Lalu Lintas ke-71, warga berharap upaya pencegahan kecelakaan tidak hanya mengandalkan pemasangan spanduk imbauan.

Warga Lintas Timur, Wak Imam, meminta kepolisian meningkatkan patroli serta penertiban terhadap pengguna jalan yang melakukan pelanggaran.

"Jangan sudah ada kecelakaan baru dipasang tanda spanduk imbauan. Bila perlu rutin melakukan patroli dan menertibkan pengendara yang melanggar aturan," ujar Sandi.

Ia berharap momentum HUT Lalu Lintas ke-71 dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat upaya menciptakan keselamatan dan ketertiban berlalu lintas di Kabupaten Pelalawan.

"Peningkatan patroli, edukasi pengguna jalan, penertiban pelanggaran serta perhatian terhadap titik-titik rawan diharapkan dapat menjadi bagian dari langkah pencegahan untuk menekan risiko kecelakaan di wilayah tersebut," harapnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks