Pencarian

Podcast Kelupas

Hujan Turun, Pemkab Inhu Ganti Salat Istisqa dengan Salat Duha dan Doa Bersama

Senin, 31 Agustus 2026 • 21:00:31 WIB
Hujan Turun, Pemkab Inhu Ganti Salat Istisqa dengan Salat Duha dan Doa Bersama
Hujan Turun, Pemkab Inhu Ganti Salat Istisqa dengan Salat Duha dan Doa Bersama

INHU (RA) – Hujan yang mengguyur hampir seluruh wilayah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) pada Minggu malam menjadi kabar baik setelah daerah tersebut dilanda kemarau panjang.

Sebagai bentuk rasa syukur, Pemerintah Kabupaten Inhu menggelar Salat Duha, zikir, dan doa bersama di Halaman Kantor Bupati Inhu, Senin (31/8/2026) pagi.

Kegiatan tersebut sebelumnya direncanakan sebagai Salat Istisqa. Namun, setelah hujan turun di sejumlah wilayah Inhu pada malam sebelumnya, rencana itu diubah menjadi Salat Duha dan doa bersama.

Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri Bupati Inhu Ade Agus Hartanto SSos MSi, Ketua DPRD Inhu Sabtu Pradansyah Sinurat, Kapolres Inhu AKBP Eka Ariandy Putra SH SIK MSi, serta Dandim 0302 Inhu Letkol Arh Bangun Bara Kurniawan Prabowo SE MIP.

Hadir pula Katim Sosialisasi Karhutla Mabes TNI Kolonel Chk Heri K, Sekretaris Daerah Inhu Zulfahmi Adrian AP MSi, Kepala Kantor Kementerian Agama Inhu Dr H Darwirson MA, perwakilan Pengadilan Negeri Rengat, Wakil Ketua Pengadilan Agama Rengat, jajaran perwira TNI-Polri, staf ahli dan asisten Setda Inhu, kepala OPD, serta seluruh ASN di lingkungan Pemkab Inhu.

Kepala Kantor Kemenag Inhu Darwirson mengatakan perubahan agenda tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama unsur Forkopimda. Salat Istisqa yang sebelumnya direncanakan akhirnya diganti dengan Salat Duha dan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas turunnya hujan.

“ Kita berkumpul dengan niat tulus kepada Allah SWT. Tujuan kita berdoa dan beristighosah adalah agar negeri Kabupaten Indragiri Hulu senantiasa terhindar dari bencana dan segala mara bahaya, semoga negeri kita ini menjadi Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur,” ujar Darwirson.

Meski hujan telah turun, kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap menjadi perhatian pemerintah daerah.

Dalam arahannya, Bupati Inhu Ade Agus Hartanto menyampaikan kondisi cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino yang diperkirakan masih berlangsung hingga Desember 2026. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diminta tetap waspada dan bijak dalam menjaga lingkungan.

“Kita semua harus meningkatkan kesadaran untuk menjaga lahan dan hutan, jangan lagi membuka lahan dengan cara dibakar. Dampak asap tidak hanya merugikan kita sendiri, melainkan juga terasa hingga kabupaten dan provinsi tetangga,” tegas Ade.

Bupati juga mengungkapkan masih adanya titik api di wilayah Sungai Guntung Hilir, Rengat. Titik api tersebut diduga kuat bermula dari puntung rokok.

Karena itu, masyarakat kembali diingatkan agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih ekstrem.

Di akhir arahannya, Ade menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh jajaran. Ia juga mendoakan seluruh peserta kegiatan senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan.

“Mari kita saling bersilaturahmi dan memaafkan satu sama lain agar hati lapang dalam melaksanakan ibadah dan doa bersama ini,” tambahnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Salat Duha berjemaah, zikir, dan doa yang dipimpin H Arifin SAg MH.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks