Pencarian

Podcast Kelupas

MUI Bengkalis Dorong Ekonomi Umat, 100 Pelaku UMKM Dibekali Usaha Kreatif Syariah

Sabtu, 29 Agustus 2026 • 12:04:00 WIB
MUI Bengkalis Dorong Ekonomi Umat, 100 Pelaku UMKM Dibekali Usaha Kreatif Syariah
Pelatihan Pengembangan Usaha Kreatif untuk Kesejahteraan Umat.

BENGKALIS (RA) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bengkalis mendorong masyarakat untuk lebih mandiri secara ekonomi melalui pengembangan usaha kreatif berbasis syariah.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Pengembangan Usaha Kreatif untuk Kesejahteraan Umat yang digelar di Gedung Daerah Datuk Laksamana, Bengkalis, Sabtu (29/8/2026). 

Kegiatan yang diinisiasi Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Bengkalis itu diikuti 100 pelaku UMKM dan masyarakat produktif.

Kegiatan dibuka Bupati Bengkalis Kasmarni yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Johansyah Safri. Hadir Ketua Umum MUI Bengkalis Buya H. Amrizal, jajaran pengurus MUI, serta perwakilan organisasi perangkat daerah.

Ketua Pelaksana, Ustadz Affan Zahidi, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab MUI dalam membina masyarakat, khususnya dalam pengembangan ekonomi syariah dan usaha yang sehat serta halal.

"Ini merupakan program kerja Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Bengkalis yang telah diusulkan sejak 2005 dan baru dapat direalisasikan pada 2026," ujarnya.

Ketua Umum MUI Bengkalis Buya H. Amrizal mengatakan persoalan kemiskinan masih menjadi tantangan yang harus diatasi bersama. Berdasarkan data 2026 yang disampaikannya, jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai sekitar 22,93 juta jiwa atau 8,07 persen.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alasan penting bagi umat untuk memperkuat kemandirian ekonomi melalui kewirausahaan.

"Melalui kegiatan ini kami ingin membangkitkan semangat berwirausaha di kalangan umat. Kami berharap masyarakat memiliki keberanian untuk berinovasi, menciptakan usaha kreatif dan meningkatkan kesejahteraan keluarga secara mandiri," kata Amrizal.

Ia menjelaskan, kemiskinan tidak hanya disebabkan faktor struktural, tetapi juga faktor kultural yang berkaitan dengan pola pikir, kebiasaan dan kemampuan masyarakat beradaptasi terhadap perkembangan zaman.

Sementara itu, Johansyah Safri mengapresiasi langkah MUI Bengkalis yang turut mengambil peran dalam meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat.

"Kami berharap peserta dapat menyerap ilmu dan pengalaman dari para narasumber, kemudian mengimplementasikannya dalam usaha yang dijalankan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga dan masyarakat," ujarnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks