Pencarian

Podcast Kelupas

Bawa Pesan Prabowo, Menhut Cek Karhutla Riau: Api Padam, Tapi Bara Gambut Masih Ada

Jumat, 28 Agustus 2026 • 16:25:57 WIB
Bawa Pesan Prabowo, Menhut Cek Karhutla Riau: Api Padam, Tapi Bara Gambut Masih Ada
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni.

RIAU (RA) - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni turun langsung ke Provinsi Riau, Jumat (28/8/2026), membawa pesan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berjalan sesuai arahan pemerintah pusat.

Raja Juli mengatakan, kunjungannya merupakan bagian dari koordinasi dengan Presiden sekaligus mengecek langsung pelaksanaan instruksi di lapangan bersama pemerintah daerah, TNI, Polri dan instansi terkait.

"Saya sudah berkoordinasi dengan Pak Presiden. Saya ingin datang ke Riau untuk mengecek apakah instruksi arahan beliau sudah dijalankan," kata Raja Juli.

Ia menyebut Riau termasuk wilayah yang masih menjadi perhatian dalam penanganan karhutla nasional. Meski demikian, kondisi Riau dinilai relatif lebih terkendali dibandingkan sejumlah daerah lain seperti Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan dan Jambi.

Saat meninjau salah satu lokasi karhutla bersama Kapolda Riau dan jajaran, Raja Juli menyebut api di kawasan tersebut telah berhasil dipadamkan. Namun, asap masih terlihat keluar dari sejumlah titik karena kebakaran terjadi di lahan gambut.

"Alhamdulillah, tadi api ini sudah padam. Tapi karena ini nature-nya adalah gambut, masih ada asap yang keluar di beberapa titik," jelasnya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena api di lahan gambut dapat bertahan di bawah permukaan meski kobaran di atas tanah telah padam. Karena itu, proses pendinginan dan pemantauan masih terus dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.

"Karena sekali lagi bisa jadi apinya masih ada di bawah," ujarnya.

Manggala Agni bersama personel gabungan masih dikerahkan untuk melakukan pendinginan dan memastikan asap berangsur hilang. Pemerintah juga memperkuat penanganan melalui operasi udara dan operasi modifikasi cuaca (OMC).

Raja Juli mengatakan OMC kembali dijadwalkan pada 29, 30, 31 Agustus hingga 1 September 2026. Pemerintah akan memanfaatkan setiap potensi awan hujan untuk dilakukan penyemaian.

"Sekecil apa pun potensi awan hujan, awan semai, akan kami lakukan operasi modifikasi cuaca," tegasnya.

Menurutnya, terdapat potensi hujan besar di sejumlah wilayah Riau pada 1 September. Ia menyebut hujan tetap menjadi solusi paling efektif untuk membantu pemadaman kebakaran di lahan gambut.

"Secara nature, hujan adalah hal yang terbaik untuk pemadam api," katanya.

Untuk memperkuat operasi udara, saat ini lima helikopter telah dikerahkan di Riau. Pemerintah juga masih menunggu tambahan satu helikopter water bombing dari Kementerian Pertahanan.

Dukungan juga diberikan Lanud dengan memastikan operasional bandara tetap berjalan untuk mendukung penerbangan pesawat OMC.

Raja Juli mengapresiasi sinergi pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni dan berbagai pihak dalam penanganan karhutla di Riau. Menurutnya, kolaborasi tersebut berjalan baik dan layak menjadi contoh bagi daerah lain.

"Saya bersyukur sekali, Riau insya Allah bisa menjadi teladan, menjadi contoh, di mana kolaborasi antar lembaga, antar instansi, berjalan dengan sangat baik sekali," ungkapnya.

Ia bahkan menggambarkan kekompakan jajaran di lapangan seperti karakter kartun Ipin dan Upin yang selalu bersama.

"Seperti Ipin dan Upin. Ke mana-mana berdua, Ipin dan Upin beraksi. Ini sudah baik sekali," ujarnya.

Raja Juli menegaskan kedatangannya ke Riau membawa mandat untuk mengawasi sekaligus mengevaluasi pelaksanaan instruksi Presiden dalam penanganan karhutla.

"Pesannya, saya diminta untuk mengawasi, mengevaluasi apakah perintah tersebut sudah berjalan," katanya.

Sementara itu, di kawasan Suaka Margasatwa yang berada di sekitar lokasi karhutla, api disebut telah berhasil dikendalikan. Sekat kanal yang telah dibangun juga membantu membatasi penyebaran api.

Meski demikian, pemerintah tidak ingin lengah. Pendinginan dan pemantauan tetap dilakukan secara intensif karena karakteristik gambut memungkinkan api bertahan di bawah permukaan dan kembali muncul jika tidak ditangani hingga tuntas.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks