Pencarian

Podcast Kelupas

Dispora Riau Bantah Jadi Penyelenggara PCSS Champions Festival 2026, Ini Penjelasannya

Sabtu, 29 Agustus 2026 • 09:48:02 WIB
Dispora Riau Bantah Jadi Penyelenggara PCSS Champions Festival 2026, Ini Penjelasannya
Kepala Dispora Riau Yurnalis Basri.

PEKANBARU (RA) - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Riau membantah pemberitaan yang menyebut pihaknya sebagai penyelenggara PCSS (Pekanbaru City Soccer School) Champions Festival 2026 sekaligus dinilai mengabaikan kesehatan anak-anak peserta di tengah kondisi kabut asap.

Kepala Dispora Riau Yurnalis Basri menegaskan, informasi tersebut tidak benar. Menurutnya, Dispora Riau bukan penyelenggara kegiatan, melainkan hanya memfasilitasi penggunaan Stadion Utama Riau sebagai lokasi pertandingan.

Yurnalis mengatakan, justru kondisi kesehatan peserta, khususnya anak-anak yang mengikuti pertandingan, menjadi perhatian Dispora Riau.

Karena itu, pihaknya meminta panitia menunda sementara pelaksanaan pertandingan hingga kualitas udara membaik.

"Tidak benar kalau Dispora tidak peduli dengan kesehatan anak-anak Sekolah Sepak Bola (SSB) yang mengikuti PCSS Champions Festival 2026. Justru karena kami peduli terhadap kesehatan mereka, kami langsung mengambil langkah untuk meminta pertandingan dihentikan sementara sampai kondisi kualitas udara membaik," tegas Yurnalis yang akrab disapa Udo NBO, Sabtu (29/8/2026).

Yurnalis menjelaskan, pada Jumat pagi dirinya memperoleh informasi mengenai kondisi kualitas udara Kota Pekanbaru yang dinilai kurang sehat.

Pada saat yang sama, dia mengetahui adanya rencana pelaksanaan PCSS Champions Festival 2026 kategori U-11, U-12 dan U-13 yang dijadwalkan berlangsung pada 28-30 Agustus 2026 di Stadion Utama Riau.

Mendapat informasi tersebut, Yurnalis langsung menginstruksikan Kepala Bidang Sarana, Prasarana dan Kemitraan Dispora Riau untuk berkoordinasi dengan pihak terkait dan meminta pertandingan ditunda sampai kondisi udara kembali membaik.

"Begitu saya mendapatkan informasi bahwa kualitas udara Kota Pekanbaru kurang sehat, saya langsung instruksikan Kabid Sarana, Prasarana dan Kemitraan untuk menunda event ini sampai kualitas udara membaik," ujarnya.

Menurut Yurnalis, keputusan tersebut juga diambil setelah dilakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk Dinas Kesehatan Provinsi Riau.

Berdasarkan informasi yang diterima, kondisi kualitas udara di Kota Pekanbaru saat itu perlu menjadi perhatian terhadap aktivitas masyarakat, terutama anak-anak yang melakukan aktivitas fisik di ruang terbuka.

"Kami tidak ingin mengambil risiko terhadap kesehatan anak-anak. Mereka adalah usia dini yang harus mendapatkan perlindungan. Karena itu, ketika kondisi udara tidak memungkinkan, tentu keselamatan dan kesehatan mereka harus menjadi prioritas," kata Yurnalis.

Yurnalis juga menyayangkan pemberitaan yang menurutnya menempatkan Dispora Riau sebagai pihak penyelenggara PCSS Champions Festival 2026.

Dia menegaskan, Dispora Riau hanya memberikan fasilitas berupa penggunaan Stadion Utama Riau sebagai lokasi kegiatan.

"Kami sangat menyayangkan pemberitaan yang kami nilai tendensius dan memojokkan kami. Perlu kami luruskan bahwa Dispora bukan penyelenggara PCSS Champions Festival 2026. Dispora hanya memfasilitasi penggunaan Stadion Utama Riau," jelasnya.

Yurnalis menegaskan langkah yang dilakukan Dispora sejak awal justru menunjukkan perhatian terhadap keselamatan dan kesehatan peserta.

"Justru karena kepedulian kami terhadap kesehatan anak-anak, kami berkoordinasi dengan pihak panitia, dalam hal ini Bang Miskardi, untuk menghentikan sementara pertandingan sampai kualitas udara di Kota Pekanbaru membaik," ungkapnya.

Dia juga mengapresiasi respons panitia yang bersedia menunda sementara pelaksanaan pertandingan.

"Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada pihak panitia yang telah berkenan menunda pelaksanaan event ini. Ini menunjukkan bahwa semua pihak memiliki kepedulian yang sama terhadap kesehatan dan keselamatan anak-anak," tuturnya.

Yurnalis mengatakan kegiatan olahraga dan pembinaan sepak bola usia dini tetap penting untuk pengembangan bakat anak-anak. Namun, faktor kesehatan dan keselamatan harus menjadi pertimbangan utama ketika kondisi lingkungan tidak mendukung.

"Kita tentu mendukung kegiatan pembinaan sepak bola usia dini. Namun, ketika kondisi kualitas udara kurang sehat, kita harus bijak. Pertandingan bisa dilanjutkan ketika kondisi sudah memungkinkan dan tidak membahayakan kesehatan peserta maupun masyarakat," pungkasnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks