Pencarian

Podcast Kelupas

Kabut Asap Makin Pekat, UHT Pekanbaru Turun ke Pelalawan: Warga Diingatkan Soal Hak atas Lingkungan Sehat

Jumat, 28 Agustus 2026 • 20:15:01 WIB
Kabut Asap Makin Pekat, UHT Pekanbaru Turun ke Pelalawan: Warga Diingatkan Soal Hak atas Lingkungan Sehat
UHT Pekanbaru Turun ke Pelalawan.

PELALAWAN (RA) - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Pelalawan. 

Di tengah kondisi tersebut, Universitas Hang Tuah (UHT) Pekanbaru turun langsung memberikan edukasi kepada masyarakat tentang perlindungan kesehatan sekaligus hak atas lingkungan yang baik dan sehat.

Kegiatan pengabdian bertajuk “Peduli Asap Bencana Kebakaran Lahan dan Hutan: Advokasi Hukum Lingkungan dan Kampanye Komunikasi Sadar Masker" digelar di Masjid Sekijang, Kecamatan Bandar Sei Kijang, Jumat (28/8/2026).

Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi dan Hukum UHT Pekanbaru, Ilhamdi, S.H., M.H., mengatakan karhutla tidak semata-mata persoalan bencana lingkungan, tetapi juga menyangkut kesehatan dan hak masyarakat.

"Karhutla memiliki dampak yang luas, mulai dari kesehatan masyarakat hingga aspek hukum lingkungan. Karena itu, masyarakat perlu mendapatkan pemahaman bahwa lingkungan yang baik dan sehat merupakan kepentingan bersama yang harus dijaga," ujar Ilhamdi.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan nyata. Karena itu, kegiatan pengabdian tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus memberikan pengetahuan yang dapat diterapkan masyarakat.

"Kami tidak ingin pengabdian hanya berhenti pada kegiatan seremonial. Kehadiran kami harus memberikan manfaat dan meningkatkan kesadaran masyarakat, baik mengenai lingkungan maupun upaya melindungi kesehatan dari paparan asap," katanya.

Selain memberikan edukasi, tim UHT Pekanbaru juga mengampanyekan penggunaan masker sebagai salah satu langkah perlindungan diri ketika masyarakat harus beraktivitas di tengah kualitas udara yang memburuk.

Kapolsek Bandar Sei Kijang, AKP Abdul Halim, yang turut hadir, menegaskan pencegahan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah dan aparat.

"Pencegahan karhutla adalah tanggung jawab bersama. Edukasi dan kesadaran masyarakat sangat penting agar kita dapat mencegah kebakaran dan mengurangi dampaknya," ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, terutama ketika kondisi cuaca kering dan risiko kebakaran meningkat.

Sementara itu, Ketua Hulu Balang Kecamatan Bandar Sei Kijang, Asep, mengapresiasi kepedulian UHT Pekanbaru yang turun langsung ke masyarakat dan membagikan masker.

"Pembagian masker ini sangat membantu sekaligus menyadarkan masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan pernapasan di tengah kondisi asap," ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan dan menjangkau masyarakat di wilayah lain yang terdampak kabut asap.

Kegiatan tersebut diikuti unsur pimpinan Fakultas Ilmu Komunikasi dan Hukum, jajaran dosen serta tujuh mahasiswa UHT Pekanbaru.

Melalui kegiatan ini, UHT Pekanbaru mendorong masyarakat untuk tidak hanya meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan kabut asap, tetapi juga memahami hak atas lingkungan yang baik dan sehat serta pentingnya menjaga lingkungan secara bersama-sama.

Di tengah ancaman karhutla yang kembali terjadi, edukasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat bahwa menjaga lingkungan bukan hanya kewajiban pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks