Pencarian

Podcast Kelupas

PW SEMMI Riau Apresiasi Sinergi TNI-Polri Tangani Karhutla, Dorong Jadi Role Model Nasional

Rabu, 26 Agustus 2026 • 18:35:50 WIB
PW SEMMI Riau Apresiasi Sinergi TNI-Polri Tangani Karhutla, Dorong Jadi Role Model Nasional
Ketua Umum PW SEMMI Riau, Ihkram Mulya

PEKANBARU (RA) - Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PW SEMMI) Provinsi Riau mengapresiasi sinergi TNI dan Polri dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau. Sinergi tersebut dinilai layak menjadi contoh penanganan karhutla bagi daerah lain di Indonesia.

Ketua Umum PW SEMMI Riau, Ihkram Mulya, menyampaikan apresiasi itu setelah turun langsung meninjau salah satu lokasi karhutla di Kabupaten Kampar. Dalam kunjungan tersebut, Ihkram mendampingi Kapolres Kampar dan Dandim Kampar melihat proses pemadaman di lapangan.

“Saya menyaksikan sendiri bagaimana TNI dan Polri berdiri sebagai garda terdepan, berpeluh di tengah asap dan bara, bukan sekadar menjalankan tugas, melainkan menunaikan amanah kemanusiaan,” ujar Ihkram dalam keterangannya, Rabu (26/8/2026).

Menurut Ihkram, penanganan karhutla di Riau tidak terlepas dari pola pencegahan, deteksi dini dan respons cepat yang melibatkan berbagai unsur.

Ia merujuk data yang disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Riau dalam rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Posko Aju Provinsi Riau, Senin (24/8/2026).

Berdasarkan data tersebut, sepanjang Januari hingga Agustus 2026 tercatat sekitar 16.277,50 hektare lahan terbakar dan 306 hotspot terpantau. Namun, saat ini disebut tersisa tujuh titik api yang tersebar di empat kabupaten dengan luasan sekitar 900 hektare.

“Ibarat menjinakkan gelombang di tengah badai El Nino yang kuat, capaian ini adalah bukti nyata bahwa deteksi dini dan respons cepat telah bekerja sebagaimana mestinya,” katanya.

Ihkram juga memberikan apresiasi khusus kepada Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo atas konsistensi membangun kolaborasi dalam penanganan karhutla.

Ia menilai pendekatan Green policing yang dikembangkan menjadi salah satu paradigma penting dalam penanganan persoalan lingkungan di Riau.

Menurutnya, karhutla dan kabut asap tidak semata-mata harus dilihat sebagai persoalan penindakan, tetapi juga sebagai persoalan bersama yang membutuhkan pencegahan dan pemulihan secara kolektif.

“Pendekatan berbasis pemulihan inilah yang membuat penanganan karhutla di Riau berdiri kokoh, tidak mudah tumbang oleh tekanan musim,” ujarnya.

Selain itu, Ihkram menyoroti adanya maklumat pencegahan karhutla yang ditandatangani bersama Forkopimda dan Gubernur Riau. Langkah tersebut dinilai menjadi bentuk konkret gotong royong lintas sektor dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan.

PW SEMMI Riau menilai pola kerja tersebut layak direplikasi di daerah lain, terutama wilayah yang memiliki tingkat kerawanan karhutla tinggi.

“Ketika sebuah paradigma kebijakan terbukti secara empiris menekan risiko karhutla di lapangan, maka mendorongnya menjadi role model nasional bukan pujian kosong, melainkan kesimpulan logis dari fakta yang teruji,” kata Ihkram.

Ia juga menilai kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Riau dan perhatian pemerintah pusat terhadap penanganan karhutla menjadi bentuk pengakuan terhadap kerja kolaboratif yang dilakukan di lapangan.

“Presiden turun langsung ke Riau dan menyebut daerah ini layak digurui daerah lain. Itu adalah validasi dari puncak kekuasaan atas kerja keras yang berbasis data dan gotong royong, bukan klaim di ruang rapat,” katanya.

Ihkram menegaskan mahasiswa dan masyarakat sipil Riau akan terus mengawal upaya pencegahan dan penanganan karhutla.

“Riau yang dulu identik dengan kabut asap kini bertransformasi menjadi laboratorium kebijakan gotong royong lintas sektor. Tugas kita bersama adalah menjaga api semangat ini tetap menyala, sembari memastikan api di hutan dan lahan benar-benar padam hingga ke akarnya,” pungkasnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks