Pencarian

Podcast Kelupas

Pupuk Organik Ultra Strong Mejeng di SIEXPO 2026, Manfaatkan Limbah Sawit dan Klaim Hemat Biaya hingga 50 Persen

Jumat, 07 Agustus 2026 • 11:32:31 WIB
Pupuk Organik Ultra Strong Mejeng di SIEXPO 2026, Manfaatkan Limbah Sawit dan Klaim Hemat Biaya hingga 50 Persen
Pupuk Organik Ultra Strong Mejeng di SIEXPO 2026.

PEKANBARU (RA) – Pupuk Ultra Strong dari PT Arthasiddhi Sukses Anugerah menjadi salah satu produk yang diperkenalkan dalam ajang Sawit Indonesia Expo and Conference (SIEXPO) 2026 di SKA Co-Ex Pekanbaru.

Produk tersebut menawarkan konsep pemanfaatan limbah sawit sebagai bahan baku pupuk organik. Berbagai material yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah, seperti janjang kosong (jangkos), solid atau hasil press buah sawit, serta abu janjang, diolah menjadi pupuk yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung produktivitas tanaman.

Direktur Utama PT Arthasiddhi Sukses Anugerah, Kevin Ananta, mengatakan seluruh bahan baku Pupuk Ultra Strong berasal dari sawit. Menurutnya, konsep tersebut sejalan dengan prinsip bahwa tidak ada bagian dari tanaman sawit yang harus terbuang percuma.

"Kami membuat pupuk organik yang berbahan dasar 100 persen dari sawit. Jadi konsep kami, sawit itu tidak ada bagiannya yang tidak berguna. Semua yang orang bilang limbah, bagi kita bukan limbah, tetapi produk yang berguna," ujar Kevin di sela SIEXPO 2026, Jumat (7/8/2026).

Ia menjelaskan, Pupuk Ultra Strong dibuat dari solid sawit, abu janjang, dan janjang kosong yang melalui proses fermentasi. Selain digunakan untuk tanaman kelapa sawit, pupuk tersebut juga dapat diaplikasikan pada tanaman buah-buahan lainnya.

Salah satu keunggulan yang ditawarkan, kata Kevin, adalah fungsi sebagai pembenah tanah. Penggunaan pupuk organik tersebut diharapkan dapat memperbaiki kualitas tanah sehingga menjadi lebih gembur dan subur.

Kondisi tanah yang lebih baik juga membuat penyerapan pupuk kimia menjadi lebih optimal. Dengan demikian, efisiensi pemupukan dapat meningkat dan kebutuhan pupuk kimia berpotensi berkurang.

"TBS jadi lebih berat, produktivitas lebih tinggi," katanya.

Kevin mengatakan Pupuk Ultra Strong merupakan salah satu bagian dari kultur teknis dalam pemeliharaan tanaman. Namun, penggunaannya diklaim dapat membantu menekan biaya pemupukan hingga 50 persen dibandingkan skema pemupukan konvensional.

Penghematan tersebut, lanjutnya, didukung kandungan bakteri pengikat nitrogen yang membantu mengurangi kebutuhan pupuk urea. Selain itu, kandungan makro kalium yang tinggi dapat mengurangi kebutuhan penggunaan pupuk kalium seperti KCl.

"Selain sudah dilengkapi bakteri pengikat nitrogen yang otomatis akan mengurangi kebutuhan kita memakai pupuk urea, kadar makro kaliumnya juga sudah tinggi sehingga akan mengurangi kebutuhan pupuk kalium seperti KCl," jelasnya.

Menurut Kevin, penggunaan pupuk organik juga membantu meningkatkan penyerapan pupuk kimia oleh tanaman. Dengan penyerapan yang lebih optimal, dosis pupuk kimia yang digunakan dapat ditekan.

Keikutsertaan Arthasiddhi dalam SIEXPO 2026 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan konsep pemanfaatan limbah sawit menjadi produk bernilai tambah kepada pelaku industri, perusahaan perkebunan, hingga petani.

"Kami mengapresiasi SIEXPO 2026 karena kegiatan ini menjadi tempat yang sangat baik untuk mempertemukan pelaku industri sawit, perusahaan, petani, dan penyedia teknologi. Kami bisa memperkenalkan inovasi sekaligus berdiskusi langsung dengan pengguna terkait kebutuhan di lapangan," ujar Kevin.

Selama pelaksanaan SIEXPO 2026, pengunjung juga dapat mendatangi booth Arthasiddhi untuk mendapatkan informasi mengenai Pupuk Ultra Strong sekaligus memperoleh harga khusus selama pameran.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks