Pencarian

Podcast Kelupas

Bibit Sawit Unggul iCalix Minamas Jadi Daya Tarik SIEXPO 2026, Mampu Berproduksi hingga 30 Ton per Hektare

Kamis, 06 Agustus 2026 • 19:51:17 WIB
Bibit Sawit Unggul iCalix Minamas Jadi Daya Tarik SIEXPO 2026, Mampu Berproduksi hingga 30 Ton per Hektare
Bibit Sawit Unggul iCalix Minamas Jadi Daya Tarik SIEXPO 2026.

PEKANBARU (RA) – PT Minamas Gemilang melalui Minamas Research Centre (MRC) memperkenalkan bibit sawit unggul iCalix dalam ajang Sawit Indonesia Expo and Conference (SIEXPO) 2026 di SKA Co-Ex Pekanbaru. Benih unggulan tersebut menjadi salah satu produk yang menarik perhatian pengunjung karena memiliki produktivitas tinggi serta masa panen yang lebih cepat.

Senior Assistant Plant Breeding PT Minamas Gemilang, Julianus Simanjuntak, mengatakan iCalix merupakan benih hasil persilangan antara induk Dura Banting terseleksi asal Selangor, Malaysia, dengan induk Pisifera AVROS yang berasal dari Afrika. Benih tersebut telah dirilis ke pasar sejak awal 2020 untuk mendukung peningkatan produktivitas dan daya saing industri sawit nasional.

"Kami di sini menampilkan benih unggul kami, yaitu iCalix. Ini merupakan hasil persilangan antara induk Dura Banting terseleksi asal Selangor, Malaysia, dengan induk Pisifera AVROS yang berasal dari Afrika," ujar Julianus di sela SIEXPO 2026, Kamis (6/8/2026).

Menurutnya, iCalix memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan benih lainnya. Selain lebih tahan terhadap penyakit bercak daun (Curvularia sp.) dan relatif tahan terhadap busuk pangkal batang (Ganoderma), bibit ini juga memiliki pertumbuhan yang lebih cepat.

"Ia sudah mulai berbunga pada umur 8 sampai 10 bulan setelah ditanam di lapangan. Kemudian pada umur 26 hingga 28 bulan sudah bisa memasuki panen perdana," jelasnya.

Dari sisi produktivitas, iCalix juga menunjukkan hasil yang menjanjikan. Pada fase Tanaman Menghasilkan (TM) 1, produksinya telah mencapai 16 hingga 18 ton tandan buah segar per hektare per tahun. Bahkan, di salah satu kebun Minamas di Kalimantan Selatan, produktivitasnya mampu mencapai sekitar 20 ton per hektare per tahun.

"Pada kondisi optimal, saat memasuki TM 6 ke atas, produksinya bisa mencapai lebih dari 30 ton per hektare per tahun," katanya.

Julianus mengungkapkan bibit iCalix kini telah digunakan oleh berbagai perusahaan perkebunan swasta di Indonesia, di antaranya CAA, BJA, dan Inkasi Raya di Sumatera Barat. Selain memenuhi kebutuhan pasar domestik, Minamas juga telah mengekspor benih tersebut ke sejumlah negara, seperti India dan Malaysia, khususnya wilayah Sabah.

Untuk mendukung peningkatan produktivitas perkebunan rakyat, Minamas juga memberikan harga khusus bagi petani yang ingin menggunakan bibit unggul tersebut.

"Harga untuk petani sebesar Rp8.500 per butir, sedangkan untuk perusahaan Rp11.000 per butir," ujarnya.

Julianus turut mengapresiasi penyelenggaraan SIEXPO 2026 yang dinilainya menjadi wadah strategis mempertemukan pelaku industri sawit, peneliti, perusahaan, hingga petani.

Menurutnya, melalui pameran seperti SIEXPO, inovasi dan teknologi terbaru di sektor perkebunan dapat lebih mudah dikenal masyarakat sehingga mendorong percepatan penggunaan bibit unggul dan praktik budidaya yang lebih produktif.

Dalam kesempatan tersebut, booth Minamas juga dikunjungi Ketua Umum DPP Apkasindo, Dr. Gulat Medali Emas Manurung. Ia merekomendasikan penggunaan bibit iCalix sebagai salah satu pilihan benih unggul yang dapat mendukung peningkatan produktivitas perkebunan sawit nasional, khususnya milik petani.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks