Pencarian

Podcast Kelupas

Hari Mangrove Sedunia, M4CR Tanam Mangrove di Bengkalis Perkuat Ketahanan Pesisir

Ahad, 26 Juli 2026 • 22:30:01 WIB
Hari Mangrove Sedunia, M4CR Tanam Mangrove di Bengkalis Perkuat Ketahanan Pesisir
M4CR Tanam Mangrove di Bengkalis Perkuat Ketahanan Pesisir.

BENGKALIS (RA) - Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) Riau menggelar aksi penanaman mangrove di Desa Deluk, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia, Minggu (26/7/2026).

Desa Deluk dipilih sebagai lokasi kegiatan karena berada di pesisir Selat Malaka yang rentan terhadap abrasi. Kawasan tersebut juga menjadi salah satu lokasi prioritas Program M4CR dengan target rehabilitasi mangrove seluas 13 hektare.

Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) merupakan inisiatif Kementerian Kehutanan yang didukung Bank Dunia untuk memulihkan ekosistem mangrove melalui pendekatan berbasis masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan wilayah pesisir.

Hingga 2026, Provinsi Riau telah berhasil merehabilitasi lebih dari 3.200 hektare kawasan mangrove dan menjadi salah satu dari empat provinsi prioritas pelaksanaan program nasional tersebut.

Manager PPIU M4CR Riau, M. Arif Fahrurozi, mengatakan keberhasilan rehabilitasi mangrove tidak terlepas dari kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.

"Mangrove memiliki peran fundamental bagi kehidupan. Upaya rehabilitasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Kami optimistis kelestarian mangrove akan berdampak pada kemakmuran masyarakat," ujarnya.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Riau sekaligus Ketua Harian II Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Riau, M. Job Kurniawan, menegaskan Pemerintah Provinsi Riau terus memperkuat tata kelola mangrove melalui sinergi lintas sektor.

Menurutnya, Pemprov Riau saat ini juga tengah memfinalisasi dokumen Rencana Pengelolaan dan Perlindungan Ekosistem Mangrove sebagai pedoman restorasi yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Bupati Bengkalis Kasmarni menilai mangrove merupakan aset ekologis yang sangat penting bagi daerah kepulauan seperti Bengkalis.

"Menjaga kelestarian mangrove adalah bentuk tanggung jawab kita dalam melindungi masa depan daerah dan generasi mendatang," katanya.

Kasmarni juga mengapresiasi Program M4CR yang tidak hanya fokus pada rehabilitasi lingkungan, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir melalui berbagai program pendampingan.

Kegiatan tersebut turut terhubung secara teleconference dengan peringatan Hari Mangrove Sedunia tingkat nasional di Bali dan menjadi salah satu lokasi dialog bersama Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki.

Pada kesempatan itu, PPIU M4CR Riau menyerahkan piagam penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Bengkalis dan Kelompok Kerja Mangrove Daerah Provinsi Riau atas dukungan terhadap keberhasilan rehabilitasi mangrove.

Seluruh pemangku kepentingan juga menandatangani deklarasi "Komitmen Bersama Lestarikan Mangrove: Dari Riau untuk Dunia" sebagai bentuk tekad memperkuat rehabilitasi dan perlindungan ekosistem mangrove secara berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penanaman bibit mangrove secara simbolis yang diikuti unsur pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Riau, Pemerintah Kabupaten Bengkalis, TNI-Polri, BPDAS Indragiri Rokan, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), serta masyarakat setempat.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks