KAMPAR (RA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bangkinang memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan dengan menjalin kerja sama bersama Dinas Perikanan Kabupaten Kampar dan Koperasi Merah Putih Langgini.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Aula Lapas Kelas IIA Bangkinang, Kamis (2/7/2026).
Kerja sama ini merupakan bagian dari program pembinaan yang dijalankan Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Bangkinang untuk membekali warga binaan dengan keterampilan produktif di bidang perikanan, pemberdayaan ekonomi, serta peningkatan kompetensi kerja sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.
Penandatanganan PKS dihadiri Kepala Lapas Kelas IIA Bangkinang Alexander Lisman Putra, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kampar Zulfahmi, Ketua Koperasi Merah Putih Langgini Yulizar Baharudin, Kepala Seksi Kegiatan Kerja Jefriandy, Kepala Seksi Binadik Arian Adi Bowo, serta jajaran pegawai Lapas Bangkinang.
Kalapas Bangkinang Alexander Lisman Putra mengatakan pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan masa pidana, tetapi juga harus mampu membentuk warga binaan menjadi pribadi yang mandiri dan produktif.
"Pemasyarakatan hari ini bukan hanya berbicara tentang menjalani masa pidana, tetapi bagaimana kita mampu membina warga binaan agar memiliki keterampilan dan kesiapan hidup yang lebih baik. Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk membuka peluang pembelajaran dan pengembangan keterampilan bagi warga binaan," ujarnya.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kampar, Zulfahmi, menyatakan pihaknya siap mendukung program tersebut melalui pelatihan, pembinaan teknis, serta pendampingan di bidang perikanan.
"Kami menyambut baik kolaborasi ini dan siap memberikan pelatihan serta pendampingan agar warga binaan memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal setelah bebas nanti," katanya.
Sementara itu, Ketua Koperasi Merah Putih Langgini, Yulizar Baharudin, mengatakan koperasi siap bersinergi dalam mendukung pemberdayaan ekonomi produktif bagi warga binaan.
"Kami percaya setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik. Melalui kerja sama ini kami berharap dapat membuka peluang ekonomi yang bermanfaat bagi warga binaan," ujarnya.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Bangkinang, Jefriandy, menjelaskan kerja sama tersebut menjadi salah satu langkah konkret menghadirkan program pembinaan yang aplikatif dan berkelanjutan.
"Kami terus berupaya menghadirkan program pembinaan yang berorientasi pada peningkatan keterampilan dan produktivitas. Harapannya, warga binaan memiliki kompetensi, pengalaman kerja, serta mental produktif ketika kembali ke tengah masyarakat," jelasnya.
Usai penandatanganan PKS, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama sebagai simbol sinergi antarinstansi dalam mendukung keberhasilan program pembinaan warga binaan.
Kalapas Alexander Lisman Putra menegaskan kolaborasi dengan berbagai pihak akan terus diperkuat guna menghadirkan pembinaan yang berkualitas.
"Kami ingin memastikan setiap warga binaan memperoleh kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik. Dengan dukungan berbagai pihak, kami optimistis program pembinaan di Lapas Bangkinang akan semakin maksimal dan memberikan manfaat nyata bagi masa depan warga binaan," tegasnya.