Pencarian

Podcast Kelupas

Konflik Timur Tengah Memanas, ICANN87 Dipindah dari Oman ke Bali

Rabu, 10 Juni 2026 • 21:10:49 WIB
Konflik Timur Tengah Memanas, ICANN87 Dipindah dari Oman ke Bali
Ery Punta Hendraswara, sekretaris Pandi menyampaikan paparan tentang abuse DNS (domain name services) di aidang ICANN

SEVILLE (RA) - Memanasnya situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah berdampak pada perubahan agenda internasional. 

Pertemuan tahunan tata kelola internet global yang diselenggarakan Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) resmi dipindahkan dari Muscat, Oman, ke Nusa Dua, Bali, Indonesia.

Ajang bertajuk ICANN87 Annual General Meeting (AGM) tersebut dijadwalkan berlangsung pada 17–22 Oktober 2026 dan diperkirakan dihadiri sekitar 1.500 delegasi dari 150 negara.

Keputusan relokasi diambil menyusul meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, Israel, serta sejumlah negara Teluk. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terkait keamanan dan partisipasi peserta internasional.

Bali kemudian dipilih sebagai lokasi pengganti karena dinilai lebih aman dan kondusif untuk pelaksanaan agenda global tersebut.

Diputuskan di Sela ICANN86 di Spanyol

Kepastian penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah diumumkan dalam pertemuan tertutup antara pejabat ICANN dengan delegasi Indonesia yang terdiri dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Pengelola Nama Domain Indonesia (PANDI).

Pertemuan berlangsung di sela pelaksanaan ICANN86 di Seville, Andalusia, Spanyol, Selasa (9/6/2026) kemarin.

Delegasi ICANN dipimpin oleh Vice President ICANN Samiran Gupta, didampingi Athena Foo dan Maya dari tim Stakeholder Engagement Asia Pasifik. 

Sementara delegasi Indonesia dipimpin Ketua Dewan Pengawas PANDI Prof. Hammam Riza, Direktur Pengawasan Ruang Digital Komdigi Teguh Arifiyadi, serta Ketua PANDI Isnawan Aslam.

"Kami meminta kepada PANDI, khususnya di bawah kepengurusan yang baru, untuk segera bersiap dan bekerja sama dengan ICANN demi menyukseskan ICANN87 di Bali," ujar Samiran Gupta.

Komdigi dan PANDI Siap Jadi Tuan Rumah

Direktur Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Teguh Arifiyadi, menyambut baik kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia.

"Penunjukan ini merupakan bentuk kepercayaan tinggi dari komunitas internasional terhadap Indonesia. Kementerian Komdigi bersama PANDI sebagai co-host siap menyukseskan agenda besar ini dengan dukungan mitra lokal serta komunitas internet Indonesia," katanya.

Delegasi Indonesia siap sambut peserta ICANN87 AGM Meeting di Bali, Oktober 2026

Teguh menambahkan, hasil pertemuan tersebut akan segera dilaporkan kepada Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid serta Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Alexander Sabar.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas PANDI, Prof. Hammam Riza, menegaskan kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah meskipun waktu persiapan yang tersedia relatif singkat.

"Bersama pengurus baru PANDI dan dengan dukungan penuh dari Komdigi, kami akan bahu-membahu menyukseskan pertemuan internet global ICANN87 Bali secara paripurna," ujarnya.

Forum Penting Tata Kelola Internet Dunia

Perwakilan Indonesia di Governmental Advisory Committee (GAC) ICANN, Ashwin Sasongko Sastrosubroto, menjelaskan bahwa AGM merupakan forum tahunan paling penting dalam ekosistem tata kelola internet global.

Menurutnya, forum tersebut mengedepankan konsep multistakeholder, yang memungkinkan pemerintah, pelaku industri, akademisi, komunitas teknis, dan masyarakat sipil berdiskusi mengenai berbagai isu internet dunia.

"Ini adalah kesempatan bagi semua pihak untuk menyampaikan berbagai dinamika, mulai dari perkembangan hingga persoalan teknologi internet yang dihadapi. Salah satu agenda terpenting adalah Open Forum, di mana Board of Directors ICANN mendengar langsung masukan dari para pemangku kepentingan global," jelas Ashwin.

Sebagai organisasi nirlaba internasional, ICANN memiliki peran penting dalam pengelolaan Domain Name System (DNS) dan alokasi alamat Internet Protocol (IP) yang menjadi fondasi utama operasional internet dunia.

Di sela pertemuan tersebut, delegasi Indonesia juga memperkenalkan jajaran kepengurusan baru PANDI yang telah disahkan Kementerian Hukum. 

Kepengurusan tersebut dipimpin Isnawan Aslam sebagai Ketua, didampingi Ery Punta Hendraswara sebagai Sekretaris dan Andi Mohammad Natsir Amal sebagai pengurus.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks