TAPUNG HULU (RA) – Ratusan warga Dusun 3 Desa Sumber Sari, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, antusias mengikuti kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) tentang pangan aman dan pencegahan stunting yang digelar Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Pekanbaru bersama Anggota Komisi IX DPR RI, Sahidin, Sabtu (30/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di tengah masyarakat tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat penurunan angka stunting sekaligus meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya konsumsi pangan yang aman dan bergizi bagi keluarga.
Peserta yang hadir berasal dari berbagai kalangan, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, orang tua yang memiliki balita, kader Posyandu, kader PKK, hingga tokoh masyarakat dan perangkat desa. Kehadiran berbagai elemen masyarakat itu menunjukkan tingginya perhatian warga terhadap isu kesehatan dan tumbuh kembang anak.
Dalam sambutannya, Sahidin menegaskan bahwa upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat harus dimulai dari lingkungan keluarga. Menurutnya, keluarga menjadi fondasi utama dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.
Ia menyebut sinergi antara pemerintah, lembaga teknis, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memutus mata rantai stunting, khususnya di wilayah Kabupaten Kampar.
"Perbaikan gizi dan kesehatan masyarakat harus dimulai dari unit terkecil, yakni keluarga. Dengan kolaborasi yang baik, kita optimistis angka stunting dapat terus ditekan," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, narasumber dari BBPOM Pekanbaru, Alex Sander, memberikan edukasi mengenai pentingnya memilih, mengolah, dan menyajikan pangan yang aman sebagai salah satu langkah pencegahan stunting.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat perlu lebih teliti dalam memilih produk makanan maupun obat-obatan yang dikonsumsi sehari-hari. Untuk itu, BBPOM terus mengampanyekan prinsip "Cek KLIK", yakni memeriksa Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli atau mengonsumsi suatu produk.
Menurut Alex, pangan yang aman dan bebas dari bahan berbahaya memiliki peran penting dalam mendukung pemenuhan gizi anak sejak usia dini.
"Pemenuhan gizi yang baik harus dibarengi dengan keamanan pangan. Jangan sampai makanan yang dikonsumsi justru mengandung bahan berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan anak," jelasnya.
Suasana kegiatan semakin semarak saat memasuki sesi diskusi dan kuis interaktif. Warga tampak aktif mengajukan pertanyaan seputar pangan aman, gizi keluarga, hingga pencegahan stunting.
Puluhan peserta juga antusias mengikuti kuis yang disiapkan panitia. Menariknya, sebagian besar warga mampu menjawab pertanyaan dengan tepat, menandakan materi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik oleh masyarakat.
Melalui kegiatan edukasi ini, BBPOM Pekanbaru dan Komisi IX DPR RI berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pangan aman dan gizi seimbang semakin meningkat, sehingga dapat mendukung terwujudnya Desa Sumber Sari sebagai desa yang sehat, mandiri, cerdas, dan bebas stunting.