Pencarian

Podcast Kelupas

Isu Pekerja Paksa di Industri Sawit Dinilai Sudah Tak Relevan, GAPKI: Perusahaan Kini Lebih Peduli

Kamis, 28 Mei 2026 • 13:03:48 WIB
Isu Pekerja Paksa di Industri Sawit Dinilai Sudah Tak Relevan, GAPKI: Perusahaan Kini Lebih Peduli
Ilustrasi pekerja industri sawit.

JAKARTA (RA) - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menegaskan isu pekerja paksa di sektor sawit sudah tidak tepat lagi disematkan kepada industri perkebunan sawit nasional. 

GAPKI menyebut berbagai perusahaan sawit kini justru semakin memperhatikan perlindungan anak, pendidikan hingga fasilitas kesehatan bagi keluarga pekerja.

Ketua Bidang Pengembangan SDM GAPKI, Sumarjono Saragih mengatakan, isu pekerja paksa selama ini kerap dikaitkan dengan dugaan adanya pekerja anak di perkebunan sawit. Namun menurutnya, kondisi tersebut sudah jauh berubah.

"Sebenarnya saat ini isu itu sudah tidak ada lagi. Kita juga sudah pernah merespons hal ini. Karena isu pekerja paksa ini biasanya berkaitan dengan pekerja anak," kata Sumarjono, Kamis (28/5/2026).

Ia menjelaskan, industri sawit nasional bahkan telah memiliki panduan sawit Indonesia ramah anak. Melalui panduan tersebut, perusahaan diminta memastikan anak-anak pekerja mendapatkan hak pendidikan dan tidak dilibatkan dalam aktivitas perkebunan.

"Kita sudah membuat panduan sawit Indonesia ramah anak. Sawit itu tidak mempekerjakan anak," ujarnya.

Menurutnya, ada sejumlah indikator yang menunjukkan perusahaan sawit serius melindungi anak-anak pekerja. Mulai dari penyediaan sekolah di area kebun hingga fasilitas transportasi sekolah.

"Indikatornya apa? Kebun itu punya sekolah, punya bus sekolah kalau sekolahnya tidak ada di kebun. Ada juga fasilitas kesehatan," jelasnya.

Tak hanya itu, perusahaan perkebunan juga menerapkan aturan tegas larangan mempekerjakan anak di lingkungan kerja. Aturan tersebut, kata dia, sejalan dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.

"Di kebun-kebun juga ada larangan tidak boleh mempekerjakan anak. Karena itu juga aturan hukum," katanya.

Sumarjono menilai berbagai upaya yang dilakukan industri sawit saat ini bahkan sudah melampaui tudingan yang selama ini berkembang terkait pekerja paksa.

"Jadi kalau ada isu pekerja paksa, yang mana isunya? Sudah tidak tepat lagi isu itu, karena yang kita lakukan sudah lebih dari sekadar itu," pungkasnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks