Pencarian

Podcast Kelupas

Kisah Pria 'Hidup Kembali' setelah Jantungnya Berhenti Berdetak 40 Jam

Sabtu, 02 Mei 2026 • 06:23:12 WIB
Kisah Pria 'Hidup Kembali' setelah Jantungnya Berhenti Berdetak 40 Jam
Ilustrasi.

RIAUAKTUAL (RA) - Seorang pria di China menjadi sorotan setelah dilaporkan 'hidup kembali' usai jantungnya berhenti berdetak selama 40 jam. Kisah ini disebut sebagai salah satu contoh keajaiban dalam dunia medis modern.

Kasus tersebut diungkap oleh dokter darurat Lu Xiao dari Second Affiliated Hospital of Zhejiang University School of Medicine melalui media sosialnya seperti dilansir melalui detikcom.

Pria berusia 40 tahun itu awalnya mengalami henti jantung. Meski telah dilakukan beberapa kali defibrilasi listrik, tim medis tidak menemukan adanya detak jantung.

Dalam kondisi kritis, dokter kemudian menggunakan teknologi Extracorporeal Membrane Oxygenation (ECMO) untuk mempertahankan fungsi tubuh pasien.

ECMO merupakan mesin penunjang hidup yang berfungsi menggantikan kerja jantung dan paru-paru. Alat ini bekerja dengan mengalirkan darah keluar tubuh, menambahkan oksigen, lalu mengembalikannya kembali.

Berkat alat tersebut, pasien berhasil bertahan meski jantungnya tidak berdetak selama hampir dua hari. Setelah beberapa waktu, detak jantung pasien akhirnya kembali. Ia kemudian tetap menjalani perawatan dengan ECMO selama sekitar 10 hari sebelum kondisinya berangsur membaik.

Dalam waktu sekitar 20 hari, pasien dilaporkan hampir pulih sepenuhnya. Ia bahkan bisa berjalan keluar dari rumah sakit tanpa mengalami efek samping serius seperti stroke atau gangguan organ.

Dokter Lu Xiao menyebut kasus ini sebagai hasil luar biasa dari kombinasi teknologi dan kerja keras tim medis.

"Pasien ini sangat beruntung. Setiap keberhasilan pengobatan bergantung pada perkembangan medis, ketekunan tenaga kesehatan, dan juga faktor keberuntungan," ujarnya, dikutip dari SCMP.

Kasus ini pun memicu perbincangan hangat di media sosial. Banyak yang menyebut pria tersebut seperti 'hidup kembali' setelah dinyatakan tanpa detak jantung dalam waktu lama.

Meski menjadi penyelamat, penggunaan ECMO juga memiliki risiko tinggi. Dokter harus memastikan aliran darah tetap stabil untuk mencegah pembekuan atau perdarahan yang bisa berakibat fatal.

Selain itu, pasien harus dipantau secara intensif oleh tenaga medis berpengalaman selama penggunaan alat tersebut.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks