Pencarian

Podcast Kelupas

Waspada El Nino, Polres Rohil dan Pemda Siaga Karhutla

Rabu, 08 April 2026 • 15:39:14 WIB
Waspada El Nino, Polres Rohil dan Pemda Siaga Karhutla
Polres Rokan Hilir menginisiasi rapat koordinasi daerah bersama Forkopimda dan sejumlah pemangku kepentingan, Rabu (8/4/2026).

ROHIL (RA) - Mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak fenomena El Niño, Polres Rokan Hilir (Rohil) menginisiasi rapat koordinasi daerah bersama Forkopimda dan sejumlah pemangku kepentingan, Rabu (8/4/2026).

Rapat yang digelar di ruang pertemuan Wakil Bupati Rokan Hilir, Bagansiapiapi, ini dihadiri berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI/Polri, kejaksaan, BPBD, hingga perwakilan perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.

Kapolres Rokan Hilir, AKBP Isa Imam Syahroni, menyampaikan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mencegah karhutla, terutama menghadapi potensi musim kemarau panjang tahun ini.

"Perubahan iklim akibat El Niño 2026 berpotensi meningkatkan risiko kebakaran. Karena itu, diperlukan langkah bersama dari seluruh elemen, baik pemerintah, TNI/Polri, hingga dunia usaha," ujarnya.

Dalam paparannya, Kapolres juga mengungkapkan bahwa pada tahun sebelumnya, sejumlah wilayah di Riau menjadi perhatian serius akibat tingginya titik api.

"Meski demikian, Kabupaten Rokan Hilir dinilai masih relatif terkendali, namun tetap harus meningkatkan kewaspadaan," pungkas Isa.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Rokan Hilir, Jhony Charles, menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menetapkan status siaga darurat karhutla, menyusul potensi kemarau panjang yang dipicu fenomena El Niño.

Ia meminta seluruh camat, lurah, dan penghulu untuk meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini, termasuk mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

"Jangan menunggu kejadian. Lakukan langkah antisipasi sejak sekarang. Jika ditemukan pembakaran lahan, akan langsung dilakukan tindakan tegas," tegasnya.

Dalam rapat tersebut juga dibahas sejumlah langkah strategis, di antaranya peningkatan patroli di wilayah rawan, pendataan lahan kosong, pembangunan embung dan sekat kanal di lahan gambut, serta penguatan koordinasi lintas instansi.

Selain itu, aparat penegak hukum menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pelaku pembakaran hutan dan lahan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

"Berdasarkan data, sebanyak 14 dari 18 kecamatan di Kabupaten Rokan Hilir masuk kategori rawan karhutla," jelas Wabup.

Kondisi ini diperparah dengan karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan saat musim kemarau.

Ditambahkan Kapolres, rapat koordinasi ini juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat dan perusahaan untuk menerapkan pembukaan lahan tanpa bakar (zero burning) sebagai upaya pencegahan jangka panjang.

"Dengan adanya sinergi seluruh pihak, diharapkan Kabupaten Rokan Hilir dapat terhindar dari bencana karhutla yang berdampak luas terhadap lingkungan, kesehatan, dan perekonomian masyarakat," tegas Kapolres menambahkan.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks