PEKANBARU (RA) - Sebanyak delapan desa di Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, terdampak banjir bandang pada Rabu (1/4/2026) lalu.
Banjir terjadi akibat tingginya intensitas hujan di wilayah hulu Sungai Subayang yang menyebabkan sungai meluap.
Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Riau M Edy Afrizal.
"Delapan desa terdampak banjir bandang, yaitu Desa Aur Kuning, Desa Tanjung Belit, Desa Gema, Desa Ludai, Desa Kebun Tinggi, Desa Koto Lama, Desa Terusan, dan Desa Subayang Jaya," kata Edy Afrizal, Jumat (3/4/206).
Selain itu, dikatakan Edy, banjir juga melanda Kecamatan Kampar Kiri yakni Desa Kuntu, Padang Sawah dan Teluk Paman.
“Akibat banjir bandang ini ada rumah warga di bibir sungai yang terbawa arus. Namun, saat ini kondisi air sudah surut dan berada di bawah bibir sungai,” katanya.
Lebih lanjut, meskipun banjir sudah surut. Namun pihaknya tetap berkoordinasi dengan pemerintah setempat melalui BPBD Kampar untuk memantau kondisi di sekitaran aliran sungai tersebut.
“Kami tetap terus berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk memantau kondisi muka air sungai. Jika diperlukan bantuan, silahkan hubungi BPBD Riau,” imbaunya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita menyampaikan bahwa banjir bandang terjadi karena curah hujan yang tinggi di wilayah hulu Sungai Subayang sehingga menyebabkan air sungai meluap ke permukiman warga.
Ia juga menambahkan bahwa banjir di wilayah Kampar Kiri Hulu umumnya cepat surut. Meski demikian, BPBD Kabupaten Kampar terus melakukan pemantauan di lokasi terdampak guna memastikan keselamatan warga serta memantau perkembangan situasi di lapangan.