PEKANBARU (RA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) mengusulkan lahan sekitar 10 hektare untuk mendukung pembangunan kawasan peternakan terpadu.
Program strategis nasional Kementerian Pertanian ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala Dinas PKH Riau Mimi Yuliani Nazir menyebutkan usulan lahan tersebut merupakan bagian dari total sekitar 40 hektare lahan yang tersedia.
“Karena ini program strategis nasional, maka kami yakin ini sangat berpotensi dikembangkan menjadi kawasan peternakan modern terpadu,” kata Mimi, Minggu (1/3/2026).
Menurutnya, pembangunan kawasan peternakan terpadu akan mencakup berbagai fasilitas pendukung, mulai dari pabrik pakan ternak hingga industri pengolahan hasil peternakan.
"Integrasi ini akan meningkatkan efisiensi produksi dan nilai tambah sektor peternakan, sehingga akan berdampak terhadap perputaran ekonomi dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar," katanya.
Adapun program tersebut juga dirancang mencakup peternakan ayam petelur dan ayam pedaging dalam skala besar guna memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat. Selain itu, fasilitas penyimpanan dingin atau cold storage akan dibangun untuk menjaga kualitas produk sebelum didistribusikan ke pasar.
Mimi menjelaskan, Kementerian Pertanian menargetkan kawasan ini menjadi model pengembangan peternakan modern yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
“Dengan sistem tersebut, diharapkan rantai pasok daging dan produk peternakan menjadi lebih stabil dan terjamin,” sebutnya.
Selain meningkatkan produksi, kawasan peternakan terpadu ini juga diproyeksikan membuka peluang investasi baru di sektor agribisnis. Kehadiran industri pengolahan daging akan memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal.
Dalam pelaksanaanya nanti, kata Mimi, Pemprov Riau akan membuka ruang kepada lulusan SMK bidang pertanian melalui praktik kerja lapangan hingga penyerapan tenaga kerja.