PEKANBARU (RA) - Kasus malaria di Kota Pekanbaru terpantau masih nihil pada awal tahun 2026. Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, memastikan tidak ada kasus malaria dari Januari hingga pertengahan Februari 2026 ini.
"Sampai pertengahan Februari ini belum ditemukan adanya laporan kasus malaria yang dialami oleh warga Kota Pekanbaru," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Hazli Fendriyanto, Selasa (17/2/2026).
Dirinya menyebut bahwa status nihil kasus ini meliputi kasus transmisi lokal maupun kasus impor. Ia memastikan belum ada pasien yang terpapar malaria dari luar daerah menjalani perawatan di Kota Pekanbaru.
"Jadi dari awal Januari hingga kini belum ada laporan kasus malaria yang dirawat di fasilitas kesehatan di Kota Pekanbaru, memang masih nihil, termasuk untuk kasus malaria impor," jelasnya.
Pihaknya tidak berdiam diri walau tidak ada kasus malaria hingga kini di Kota Pekanbaru. Ia menegaskan bahwa pihaknya sudah menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat.
"Apabila nanti ditemukan kasus, terutama bagi pasien dengan riwayat perjalanan dari daerah endemis, kami sudah siapkan SOP," paparnya.
Tim Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru bakal langsung melakukan lima langkah respons cepat. Pertama melakukan investigasi epidemiologi dengan melakukan pelacakan riwayat perjalanan pasien dan keluarga selama berada di rumah sakit untuk memastikan sumber penularan.
Kedua lewat uji silang atau cross check dengan melakukan pemeriksaan ulang terhadap sediaan darah pasien guna memastikan akurasi hasil laboratorium. Ketiga lewat pengobatan sesuai petunjuk teknis setelah hasil laboratorium dinyatakan positif.
Petugas di layanan kesehatan bisa memberikan pengobatan malaria sesuai dengan petunjuk teknis Kementrian Kesehatan RI. Keempat dengan kontak survei yaitu melakukan deteksi dini dengan pemeriksaan Rapid Diagnostic Test (RDT) kepada anggota keluarga yang tinggal serumah dengan penderita.
Kelima yaitu edukasi masyarakat. Petugas dinas kesehatan dan puskesmas akan turun langsung menyebarluaskan informasi tentang bahaya malaria dan langkah-langkah pencegahannya.
"Langkah-langkah tersebut diambil sebagai upaya preventif agar kasus impor tidak berkembang menjadi penularan lokal di Pekanbaru," paparnya.
Pihaknya mengimbau warga tetap waspada dan segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat. Apabila mengalami gejala demam setelah bepergian dari wilayah rawan malaria.