Pencarian

Podcast Kelupas

Dua Kali Sepekan, King Cobra hingga Python Masuk Bubu Nelayan di Kampar

Jumat, 30 Januari 2026 • 05:35:53 WIB
Dua Kali Sepekan, King Cobra hingga Python Masuk Bubu Nelayan di Kampar
Penemuan ular berukuran besar yang masuk ke dalam bubu (lukah) ikan milik nelayan.

KAMPAR (RA) - Warga Desa Lubuk Siam, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, kembali dihebohkan dengan penemuan ular berukuran besar yang masuk ke dalam bubu (lukah) ikan milik nelayan.

Dalam sepekan terakhir, kejadian tersebut terjadi dua kali, dengan temuan ular jenis king cobra dan python, Kamis (29/1/2026).

Seorang pecinta reptil, Amar PD, mengatakan sebelumnya seekor king cobra sepanjang sekitar 2,5 meter ditemukan warga, Senin (26/1/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.

Ular tersebut diketahui terperangkap di dalam bubu ikan saat hendak diangkat oleh seorang nelayan bernama Munir.

"Sore ini sekitar pukul 17.00 WIB, warga kembali menemukan king cobra dengan panjang sekitar 3,5 meter dan dua ekor ular python berukuran hampir 2 meter di dalam bubu ikan," ujar Amar, Kamis (29/1/2026) malam.

Menurut Amar, ular-ular tersebut masuk ke dalam lukah karena tertarik dengan ikan yang terperangkap.

Nelayan diketahui memasang jaring signet sebagai dinding pembatas sehingga ikan hanya bisa masuk melalui satu jalur, yang akhirnya juga dilewati ular saat mencari mangsa.

Proses evakuasi dilakukan dengan cara mengangkat bubu berukuran besar yang terbuat dari tali ke atas kapal, kemudian dibawa ke area desa yang lebih aman.

“Bubunya kami angkat ke atas kapal, lalu dibawa ke tepi desa baru ular dikeluarkan. Prosesnya cukup menyulitkan, terutama untuk king cobra,” jelasnya.

Keberadaan king cobra tersebut sempat membuat nelayan dan warga sekitar resah.

Meski lokasi penemuan berada tidak jauh dari permukiman, kawasan tersebut memang kerap menjadi lokasi aktivitas nelayan mencari ikan.

"King cobra ini sangat ditakuti warga. Setelah kabar penemuan menyebar, warga berdatangan ke rumah dekat dermaga untuk melihat langsung," tambah Amar.

Ia menyebut kondisi lingkungan di sekitar lokasi masih mendukung habitat ular, namun karena berada dekat permukiman, evakuasi tetap dilakukan demi keselamatan warga.

"Ular-ular ini nantinya akan kami lepaskan kembali ke habitat yang lebih aman dan jauh dari permukiman," pungkasnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks