PEKANBARU (RA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat kinerja impor daerah sepanjang Januari-November 2025 mengalami penurunan signifikan.
Meski demikian, kategori pupuk justru menunjukkan lonjakan yang menonjol dan menjadi komoditas utama dalam struktur impor nonmigas Riau.
Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi, mengatakan total nilai impor Riau pada periode tersebut mencapai US$1.498,85 juta, turun US$295,32 juta atau 16,46 persen dibandingkan Januari-November 2024.
Penurunan itu dipicu oleh turunnya impor migas sebesar US$31,27 juta (19,16 persen) serta nonmigas sebesar US$264,06 juta (16,19 persen). Namun, di tengah penurunan umum tersebut, impor pupuk justru melonjak drastis.
Asep menjelaskan, dalam kelompok sepuluh komoditas utama nonmigas, pupuk menempati posisi teratas dengan nilai impor US$296,11 juta sepanjang Januari-November 2025. Angka ini naik signifikan dibandingkan periode sebelumnya, menjadikan pupuk sebagai penyumbang terbesar impor nonmigas Riau.
"Pupuk mencatat peningkatan nilai impor tertinggi dibanding komoditas lainnya. Kenaikan ini mencapai US$26,08 juta atau 9,66 persen secara tahunan," ujar Asep, Rabu (7/1/2026).
Kenaikan tersebut, menurut Asep, mengindikasikan adanya peningkatan kebutuhan pasokan pupuk untuk sektor pertanian dan perkebunan di Riau, terutama di tengah upaya perbaikan produktivitas lahan serta kebutuhan distribusi industri terkait