17 Juli Jadi Hari Emoji Sedunia, Bagaimana Sejarahnya?

Selasa, 17 Juli 2018 | 21:43:09 WIB

Riauaktual.com - Dewasa ini, pesan teks di aplikasi pesan instan banyak sekali dihiasi oleh emoji. Fungsinya pun beragam, kadangkala bisa mengekspresikan kata atau perasaan tanpa harus menuliskannya panjang lebar. Ada juga yang menggunakannya sebagai penghias kalimat yang diletakan sebagai pengganti tanda baca.

Tepat pada hari ini, Selasa (17/7/2018) diperingati sebagai hari emoji dunia setiap tahunnya.
Lantas, dari mana ketetapannya?

Hari emoji sedunia pertama kali dirayakan pada tahun 2002, tahun di mana Apple meluncurkan aplikasi kalender iCal pada agenda konferensi MacWorld. Tapi Google menandai hari emoji pada 12 Juli, sementara Twitter menandainya pada 15 Juli. Kendati demikian, hari emoji sedunia tetap dirayakan setiap 17 Juli.

Meski mulai dirayakan tahun 2002, emoji pertama sudah diciptakan antara tahun 1998 atau 1999. Menurut sejarah, kepastian tahunnya masih disengketakan.

Emoji pertama kali diciptakan oleh desainer asal Jepang, Shigetaka Kurita yang kala itu sedang menggarap sebuah platform mobile internet bernama i-mode di salah satu operator Jepang yakni Nippon Telegraph and Telephone (NTT).

Kurita terinspriasi dari simbol ramalan cuaca dan tanda-tanda di jalan yang terlihat simpel dan mudah dipahami secara universal. Simbol-simbol tersebut mengomunikasikan sebuah arti. Ia kemudian mewujudkan hasil pengamatannya pada sebuah proyek.

Emoji pertama hanya terdiri dari 176 piktogram dengan masing-masing resolusi 12 x 12 piksel. Sebelas tahun kemudian atau pada tahun 2010, emoji diterjemahkan ke Unicode, dan mulai mendunia hingga hari ini.

Dirangkum KompasTekno dari Phone Arena, sejak saat itu pertumbuhan emoji begitu pesat hingga menyentuh angka 722. Pada tahun 2016, emoji pertama yang diciptakan oleh Kurita dipajang di Museum of Modern Art (MoMA) di New York, Amerika Serikat.

Beda emoji dan emoticon

Banyak pengguna mobile yang acap kali kebingungan dengan perbedaan emoji dan emoticon. Keduanya sama-sama bertujuan untuk mengungkapkan kata dengan hieroglif, atau karakter yang sukar di baca.

Namun, emotion icon atau disingkat "emoticon" usianya lebih tua dibanding emoji. Emoticon lebih dijabarkan sebagai kumpulan karakter berupa tanda baca, huruf, dan angka yang membentuk ikon bergambar untuk menyampaikan suatu emosi atau sentimen.

Emoticon diciptakan tahun 1980 oleh para pengguna komputer barat, mulai dari emoticon senyum yang sederhana, terdiri dari tanda baca "titik dua" dan "kurung tutup".

Sementara emoji yang diciptakan oleh Kurita merupakan piktograf berbentuk wajah, objek dan simbol. Emoji disadur dari bahasa Jepang yakni "e" yang berarti gambar dan "moji" yang berarti karakter

Berbagai platform rajin menambah koleksi emoji mereka karena banyak digunakan konsumennya. Apple misialnya, tepat pada hari emoji sedunia, merilis 70 emoji baru untuk semua perangkatnya.

Emoji Apple yang abru tak biasa, karena menampilkan karakter para petinggi Apple seperti CEO Tim Cook, Senior Vice President Katherine Adams dan sebagainya. (Wan)

 

Sumber: Kompas.com

Terkini

Terpopuler