SIAK (RA) - Sebanyak 1.711 peserta mengikuti Kemah Kerukunan, Kemah Madrasah, dan Ekoteologi Siak Hijau yang digelar Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Siak di Bumi Perkemahan Pramuka Tengku Buang Asmara, Kecamatan Mempura, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kerukunan antarumat beragama, membentuk karakter generasi muda, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Pembukaan dilakukan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Riau, Muliardi, bersama Bupati Siak Afni Z dan Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Isyam. Acara ditandai dengan pemukulan kompang secara bersama-sama.
Bupati Siak Afni Z mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan dan menanamkan nilai kebersamaan di tengah perbedaan.
"Selagi kita selalu bersama, insyaallah apa pun masalahnya akan bisa diselesaikan dengan baik," kata Afni.
Ia menegaskan, pendidikan karakter tidak cukup hanya melalui pembelajaran agama di madrasah dan pondok pesantren, tetapi juga perlu diperkuat dengan kedisiplinan, kemandirian, dan kebersamaan melalui kegiatan kepramukaan.
Afni juga mengingatkan peserta agar menghormati simbol-simbol negara dan menjaga persatuan.
"Jangan pernah bermain-main dengan Bendera Merah Putih, jangan pernah bermain-main dengan lagu Indonesia Raya, dan jangan bermain-main dengan persatuan kita," tegasnya.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Siak, Fuadi Ahmad, mengatakan kegiatan tersebut membawa tiga misi utama, yakni memperkuat kerukunan, membangun karakter peserta didik madrasah, dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
"Alhamdulillah, kegiatan ini dihadiri kurang lebih 1.711 peserta, terdiri dari 1.300 peserta Kemah Madrasah, 211 peserta Kemah Kerukunan, serta 200 peserta lainnya," ujar Fuadi.
Menurutnya, kegiatan ini penting untuk menjaga keharmonisan masyarakat Siak yang memiliki beragam suku, agama, dan budaya. Ia juga menekankan bahwa pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
"Air yang mengalir, udara yang kita hirup, dan tanah yang kita pijak merupakan anugerah Allah SWT. Oleh karena itu, menjaga alam bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua," katanya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Riau, Muliardi, mengatakan kerukunan, pendidikan karakter, dan kepedulian lingkungan merupakan tiga hal yang saling berkaitan dalam membangun masyarakat yang harmonis.
Ia menyebut keberagaman di Siak merupakan nilai yang telah diwariskan sejak masa Kerajaan Siak. Perbedaan agama, suku, dan budaya, menurutnya, harus menjadi kekuatan untuk mempererat persatuan.
"Dari Siak kita belajar bahwa perbedaan bukan untuk diperdebatkan, tetapi untuk diupayakan bersama. Berbeda agama, satu kemanusiaan," ujar Muliardi.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga Sungai Siak dan hutan gambut sebagai kekayaan alam yang harus dilestarikan bersama.
"Kabupaten Siak merupakan jantung Provinsi Riau. Sungai Siak dan hutan gambutnya adalah amanah yang harus dijaga oleh kita semua," tutupnya.