RIAUAKTUAL (RA) - Menonton film di bioskop, mengunjungi museum, atau menikmati konser ternyata berpotensi mendukung proses penuaan yang lebih sehat. Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa orang dewasa lanjut usia yang rutin mengikuti kegiatan seni dan budaya cenderung memiliki usia biologis lebih muda dibandingkan mereka yang jarang melakukannya.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Epidemiology and Community Health itu menganalisis data dari 1.899 orang dewasa lanjut usia di Inggris untuk melihat hubungan antara keterlibatan dalam aktivitas budaya dan proses penuaan.
Hasilnya menunjukkan bahwa peserta yang lebih sering mengunjungi bioskop dan museum memiliki rata-rata usia biologis 66,9 tahun, atau sekitar tiga tahun lebih muda dibandingkan peserta yang lebih jarang mengikuti kegiatan tersebut.
Peserta yang melaporkan mengikuti aktivitas budaya setidaknya dua kali dalam sebulan tercatat memiliki usia biologis paling muda.
Meski demikian, temuan tersebut tidak berarti menonton film atau mengunjungi museum secara langsung memperlambat penuaan. Penelitian ini bersifat observasional sehingga hanya menunjukkan hubungan antara keterlibatan dalam kegiatan budaya dan usia biologis.
Faktor lain, seperti kondisi kesehatan secara umum, tingkat ekonomi, kebiasaan hidup, serta hubungan sosial, mungkin turut memengaruhi hasil penelitian.
Yusuke Matsuyama, DDS, PhD, penulis utama penelitian sekaligus profesor madya kesehatan gigi masyarakat di Institute of Science, Tokyo, Jepang, menjelaskan bahwa hubungan sosial dan kebiasaan hidup sehat mungkin ikut menjelaskan temuan tersebut.
“Meski kami tidak meneliti secara langsung mekanisme yang mendasarinya, hubungan sosial yang lebih kuat dan perilaku yang lebih sehat terkait partisipasi dalam kegiatan budaya mungkin turut menjelaskan hubungan yang ditemukan,” kata Matsuyama melalui surel kepada Verywell Health.
Mengunjungi museum, menonton pertunjukan seni, atau menghadiri konser dapat menjadi kesempatan untuk keluar rumah dan berinteraksi dengan orang lain. Kegiatan tersebut bisa dilakukan bersama keluarga atau teman, sekaligus membuka peluang untuk bertemu orang baru.
Bahkan ketika dilakukan sendiri, aktivitas di ruang publik tetap dapat memberikan kesempatan untuk berinteraksi ringan dengan orang lain. Pengalaman semacam ini berpotensi memperbaiki suasana hati dan meningkatkan kesejahteraan.
Sebaliknya, isolasi sosial dan kesepian telah dikaitkan dengan berbagai risiko kesehatan. Pada 2023, Kepala Dinas Kesehatan Masyarakat Amerika Serikat atau U.S. Surgeon General memperingatkan mengenai meningkatnya persoalan kesepian dan isolasi sosial, salah satunya di tengah perubahan pola interaksi akibat penggunaan teknologi.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa isolasi sosial dapat berkaitan dengan penurunan kesehatan dan harapan hidup. Karena itu, menjaga hubungan sosial menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung penuaan yang sehat.
Robert Mankowski, PhD, profesor madya kedokteran di Divisi Gerontologi, Geriatri, dan Perawatan Paliatif University of Alabama at Birmingham, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut, mengatakan bahwa penuaan sehat perlu dipahami secara menyeluruh.
“Penuaan yang sehat memiliki banyak dimensi. Kita sering berfokus pada obat-obatan atau olahraga, tetapi penelitian ini mengingatkan bahwa kegiatan yang menyenangkan dan bermakna, yang membuat seseorang tetap terlibat secara sosial dan mental, juga dapat berperan penting,” ujar Mankowski kepada Verywell Health.
Menurutnya, aktivitas budaya sebaiknya menjadi bagian dari gaya hidup sehat bersama kebiasaan lain, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, tidur cukup, berolahraga secara teratur, dan menghindari rokok.
Selain memberikan kesempatan untuk bersosialisasi, kegiatan seni dan budaya juga dapat merangsang kemampuan berpikir. Saat menonton film, misalnya, seseorang mengikuti alur cerita, memahami karakter, dan menafsirkan berbagai peristiwa.
Sementara itu, mengunjungi museum atau pameran seni dapat memperkenalkan seseorang pada informasi, gagasan, dan sudut pandang baru.
Patrick Crane, DNP, RN, praktisi keperawatan layanan primer gerontologi dewasa sekaligus asisten profesor di College of Nursing Michigan State University, menjelaskan bahwa pengalaman tersebut dapat membantu seseorang tetap aktif secara mental.
“Kita sedang menantang otak dan memikirkan sesuatu dengan cara yang berbeda. Kita terpapar gagasan baru dan cara pandang yang berbeda terhadap dunia. Hal ini mirip dengan anjuran kepada masyarakat untuk mengerjakan teka-teki dan membaca demi menjaga kesehatan kognitif,” kata Crane.
Stimulasi kognitif merupakan salah satu aspek yang dikaitkan dengan pemeliharaan fungsi berpikir seiring bertambahnya usia. Aktivitas yang melibatkan proses belajar, pemecahan masalah, dan keterlibatan mental dapat membantu seseorang tetap aktif secara kognitif.
Crane juga mengamati bahwa orang-orang yang menjalani penuaan sehat sering kali tetap aktif, mencoba hal baru, dan menikmati kebersamaan dengan orang lain.
“Hal ini benar-benar mengingatkan saya pada banyak pasien yang menurut saya memiliki kebiasaan penuaan yang sehat. Mereka tidak hanya duduk diam, tetapi juga keluar rumah, mencoba hal baru, dan menikmati kebersamaan dengan orang lain. Mereka melakukan kegiatan yang membuat otak tetap terlibat dengan cara yang bermakna dan menyenangkan,” ujarnya.
Meski demikian, penelitian ini tidak membuktikan bahwa aktivitas budaya memberikan manfaat yang sama besar dengan olahraga atau dapat menggantikan kebiasaan sehat lainnya.
Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa menjaga kesehatan saat memasuki usia lanjut tidak hanya berkaitan dengan pola makan, olahraga, dan pemeriksaan medis. Aktivitas yang menyenangkan, kesempatan bersosialisasi, serta keterlibatan mental juga layak mendapat perhatian.
Crane menyarankan masyarakat untuk memulai dengan mengenali kegiatan yang disukai. Jika aktivitas sehari-hari terasa monoton atau terlalu banyak dihabiskan sendirian, seseorang dapat mencoba bergabung dengan kelompok kegiatan di lingkungan tempat tinggal.
Pilihan kegiatan tidak harus selalu mahal atau membutuhkan fasilitas khusus. Beberapa aktivitas yang bisa dicoba antara lain:
- Menonton film di bioskop bersama teman atau keluarga.
- Mengunjungi museum, galeri seni, atau pameran lokal.
- Menghadiri konser atau pertunjukan budaya.
- Bergabung dengan kelompok membaca, merajut, atau kegiatan kreatif lainnya.
- Menjadi sukarelawan dalam kegiatan sosial.
- Mengikuti kelompok olahraga atau berjalan kaki bersama teman.
Kegiatan tersebut dapat memberikan kesempatan untuk mempelajari hal baru, membangun hubungan sosial, dan menemukan tujuan dalam rutinitas sehari-hari.
“Menurut saya, bagian besar dari penuaan yang sehat adalah tetap mampu melakukan hal-hal yang ingin dilakukan, menemukan kebahagiaan, serta mengalami sesuatu yang baru dan menarik. Ketika seseorang terlibat dengan cara seperti itu, hal tersebut membantu neuroplastisitas, kepuasan hidup, dan kemampuan untuk menjalani masa tua dengan baik,” kata Crane.
Neuroplastisitas merupakan kemampuan otak untuk beradaptasi dan membentuk atau mengubah koneksi saraf sepanjang kehidupan.
Aktivitas Menyenangkan Bisa Menjadi Bagian dari Gaya Hidup Sehat
Penelitian ini memberikan gambaran bahwa aktivitas budaya mungkin memiliki kaitan dengan penuaan biologis yang lebih sehat, terutama ketika kegiatan tersebut mendorong interaksi sosial dan keterlibatan mental.
Namun, karena penelitian bersifat observasional, belum dapat dipastikan apakah kegiatan budaya secara langsung menyebabkan usia biologis lebih muda. Kondisi kesehatan dan faktor sosial ekonomi juga mungkin memengaruhi kemampuan seseorang untuk rutin mengikuti kegiatan tersebut.
Karena itu, masyarakat tidak perlu menjadikan kunjungan ke bioskop atau museum sebagai kewajiban. Memilih kegiatan yang disukai dan sesuai kemampuan, menjaga hubungan dengan orang lain, tetap aktif secara fisik, tidur cukup, serta menerapkan pola makan seimbang dapat menjadi bagian dari upaya mendukung kualitas hidup seiring bertambahnya usia.