Serangan Houthi Memanas, Umrah Hingga Harga Minyak Bisa Terganggu

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:41:39 WIB
Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi. (Instagram.com/@kuwaittimes)

JAKARTA (RA) - Eskalasi serangan kelompok Houthi dari Yaman ke Arab Saudi memicu kekhawatiran terhadap keselamatan warga negara Indonesia (WNI), perjalanan umrah, hingga harga minyak dunia.

Dosen Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Idham Badruzaman, mengatakan serangan terhadap fasilitas strategis, termasuk perusahaan minyak Saudi Aramco, berpotensi mengganggu pasokan energi global.

Kekhawatiran meningkat setelah salah satu gedung di kompleks kantor pusat Saudi Aramco di Dhahran menjadi sasaran serangan pada Selasa (13/10/2026) malam. Kementerian Energi Arab Saudi menyebut insiden itu menyebabkan kebakaran terbatas tanpa korban jiwa maupun luka-luka.

"Jika produksinya terganggu, harga minyak dunia dapat meningkat karena belum tentu terdapat pemasok lain yang mampu segera menggantikan pasokan tersebut," ujar Idham, Kamis (15/10/2026) kemarin sebagaimana dikutip dari Beritasatu.com.

Ancaman juga menyasar keselamatan WNI. Dua WNI mengalami luka ringan akibat serangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, pada Minggu (11/10/2026). Keduanya telah mendapat perawatan dan diperbolehkan pulang pada hari yang sama.

Kementerian Luar Negeri RI menyatakan kedua korban merupakan WNI yang tinggal di Arab Saudi dan bukan jemaah umrah.

Idham mengatakan, KBRI Riyadh telah menyampaikan imbauan keselamatan dan menyebarluaskan nomor layanan darurat bagi WNI. 

Ia meminta masyarakat Indonesia di Arab Saudi mengikuti arahan otoritas setempat dan menjauhi lokasi yang berpotensi menjadi sasaran serangan.

Eskalasi konflik juga berpotensi mengganggu perjalanan umrah dan persiapan ibadah haji jika serangan meluas ke fasilitas penerbangan. 

Bandara Internasional King Khalid dilaporkan sempat menghentikan operasionalnya, dengan penutupan diperpanjang hingga Sabtu (17/10/2026) pukul 24.00 waktu setempat berdasarkan pemberitahuan penerbangan yang dirujuk dalam keterangan tersebut.

Calon jemaah diminta memantau informasi resmi dari maskapai dan otoritas terkait sebelum berangkat ke Arab Saudi.

"Perbatasan darat Arab Saudi dan Yaman sangat luas sehingga serangan dapat dilancarkan dari berbagai titik. Saya rasa semua pihak masih terus mengamati perkembangannya," pungkas Idham.

Terkini

Terpopuler