Pencarian

Podcast Kelupas

Didukung BPDP, APKASINDO Perkuat Mitigasi Karhutla di Perkebunan Sawit

Kamis, 15 Oktober 2026 • 21:35:29 WIB
Didukung BPDP, APKASINDO Perkuat Mitigasi Karhutla di Perkebunan Sawit
Ketua Umum DPP Apkasindo, Gulat Medali Emas Manurung.

KENDARI (RA) - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) menggelar workshop teknis mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di perkebunan kelapa sawit di Kendari, Sulawesi Tenggara, pada 15 hingga 16 Oktober 2026. 

Kegiatan yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) ini bertujuan memperkuat upaya pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran.

Ketua Umum DPP APKASINDO, Gulat Medali Emas Manurung, mengatakan penanganan karhutla tidak cukup hanya dilakukan saat api sudah muncul. Upaya pencegahan, deteksi dini, dan penanganan awal perlu diperkuat agar kebakaran tidak meluas.

“Pencegahan harus menjadi perhatian bersama agar kebakaran tidak menimbulkan dampak yang lebih luas. Petani sawit perlu memiliki pemahaman mengenai langkah mitigasi dan penanganan awal ketika muncul potensi kebakaran di sekitar perkebunan,” kata Gulat.

Menurut Gulat, kegiatan mitigasi perlu dilakukan tanpa harus menunggu kebakaran menjadi persoalan besar di suatu wilayah. Langkah antisipasi sejak dini dinilai penting untuk mengurangi risiko kebakaran dan dampaknya terhadap lingkungan.

“Jadi lebih bagus kita menjaga,” ujarnya.

Workshop ini mendapat dukungan BPDP sebagai bagian dari upaya mendorong penerapan prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit. Agenda tersebut berkaitan dengan penerapan prinsip sustainability dalam tata kelola perkebunan serta upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Kegiatan selama dua hari ini melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sulawesi Tenggara, Dinas Kehutanan Sulawesi Tenggara, BPBD Sulawesi Tenggara, serta jajaran pengurus APKASINDO.

Ketua DPW APKASINDO Sulawesi Tenggara, Agus Imam Saputro, mengatakan workshop tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan pengetahuan peserta mengenai pengendalian karhutla.

“Kita berkumpul di sini untuk menambah wawasan, pengetahuan tentang pengendalian kebakaran hutan yang saat ini lagi marak di Indonesia,” kata Agus.

Ia berharap kegiatan tersebut menjadi awal penguatan koordinasi untuk merumuskan langkah-langkah pencegahan dan penanganan kebakaran yang dapat diterapkan di lapangan.

“Jadi mungkin ke depan kita duduk bersama dan kita bicarakan langkah-langkah apa yang perlu kita ambil,” ujarnya.

Sementara itu, Ihlas Landu, yang mewakili Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sulawesi Tenggara, La Ode Muhammad Rusdin Jaya, mengatakan keterlibatan pemerintah, organisasi petani, dan lembaga terkait diperlukan untuk memperkuat koordinasi dalam mitigasi karhutla.

Menurutnya, petani kelapa sawit memiliki peran penting dalam mencegah kebakaran melalui pengelolaan kebun yang bertanggung jawab. Karena itu, pemahaman teknis dan kesiapsiagaan perlu terus ditingkatkan.

“Petani kelapa sawit memiliki peran dalam mendukung upaya mitigasi karhutla melalui pengelolaan kebun yang bertanggung jawab. Langkah pencegahan tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya ketika kebakaran sudah terjadi,” katanya.

Melalui workshop ini, APKASINDO mendorong peningkatan kapasitas pekebun sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam mencegah dan menangani karhutla. Upaya tersebut diharapkan mendukung pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang bertanggung jawab serta menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks