Studi Ungkap Manfaat Jus Jeruk untuk Kesehatan Mental, Ini Penjelasannya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:57:30 WIB
Ilustrasi jus jeruk.

RIAUAKTUAL (RA) - Salah satu kandungan dalam jus jeruk yang menjadi perhatian peneliti adalah flavonoid. Senyawa alami yang terdapat pada tumbuhan ini berpotensi mendukung fungsi otak dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Melansir Verywell Health, ahli gizi terdaftar Amber Isenhart, MS, RD, dari UCI Health Chao Digestive Health Institute, menjelaskan bahwa jus jeruk segar dapat mengandung flavonoid dalam jumlah cukup tinggi. Senyawa tersebut juga berperan dalam mendukung keberadaan bakteri baik di usus.

“Flavonoid dimetabolisme oleh usus, yang dapat meningkatkan transmisi neurotransmiter dan pensinyalan otak, serta berpotensi memengaruhi kesehatan mental,” ujar Isenhart, seperti dikutip dari Verywell.

Flavonoid dalam makanan juga dikaitkan dengan pengaturan mikrobioma usus, yakni kumpulan mikroorganisme yang hidup di saluran pencernaan. Keseimbangan mikroorganisme tersebut berpotensi berkaitan dengan kesehatan otak dan suasana hati.

Selain flavonoid, jus jeruk mengandung vitamin C yang berperan dalam menjaga sistem kekebalan tubuh serta folat atau vitamin B9 yang dibutuhkan dalam berbagai proses biologis, termasuk pembentukan neurotransmiter.

Konsultan nutrisi dari Henry Ford Health di Detroit, Amerika Serikat, Michelle R. Buggs, MS, RD, menjelaskan bahwa kekurangan vitamin C dapat memengaruhi kondisi fisik dan mental seseorang.

“Rendahnya kadar vitamin C juga dikaitkan dengan kelelahan, rendahnya motivasi, kesulitan berkonsentrasi, suasana hati yang tertekan, serta nyeri otot atau sendi dan perasaan tidak sehat tanpa gejala yang jelas,” kata Buggs melalui keterangan tertulis kepada Verywell.

Karena itu, mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung vitamin C, termasuk jus jeruk, dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian dan mencegah dampak yang berkaitan dengan kekurangan vitamin tersebut.

Folat dalam Jus Jeruk Berperan dalam Pembentukan Neurotransmiter

Selain vitamin C, folat juga menjadi nutrisi penting yang terdapat dalam jus jeruk. Vitamin B9 ini dibutuhkan tubuh dalam berbagai proses, termasuk pembentukan serotonin dan dopamin, yaitu neurotransmiter yang berperan dalam pengaturan suasana hati dan fungsi berpikir.

Sejumlah penelitian menemukan bahwa kekurangan folat berkaitan dengan peningkatan risiko depresi dan gejala depresi yang lebih berat.

Meski demikian, kecukupan folat tidak serta-merta menjamin seseorang terhindar dari depresi. Kondisi kesehatan mental dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk aspek biologis, psikologis, dan lingkungan.

Konsumsi jus jeruk dapat membantu menambah asupan folat, tetapi tetap perlu diimbangi dengan pola makan yang beragam dan bergizi seimbang.

Apakah Minum Jus Jeruk Setiap Hari Terlalu Banyak Gula?

Jus jeruk kerap mendapat perhatian karena kandungan gula alaminya. Sebagai gambaran, satu porsi jus jeruk 100 persen Tropicana sebanyak 5 ons atau sekitar 148 mililiter mengandung kurang lebih 14 gram gula.

Namun, gula alami dalam buah perlu dibedakan dari gula tambahan yang dimasukkan selama proses pengolahan.

Menurut Isenhart, konsumsi segelas jus jeruk segar setiap hari tidak selalu menjadi masalah karena jeruk secara alami mengandung gula. Hal yang perlu diperhatikan adalah kandungan gula tambahan pada produk kemasan.

Satu porsi jus jeruk 100 persen Tropicana yang disebut dalam laporan tersebut tidak mengandung gula tambahan, meskipun tetap memiliki kandungan gula alami.

Sementara itu, Buggs menekankan bahwa jus buah tetap dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang selama konsumsi buah dan sayuran utuh tidak diabaikan.

“Pola makan yang mencakup buah dan sayuran utuh sepanjang hari, disertai asupan protein yang cukup, dapat mendukung kesejahteraan mental,” kata Buggs.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kesehatan mental tidak hanya berkaitan dengan satu jenis makanan atau minuman. Keseimbangan nutrisi secara keseluruhan tetap menjadi hal penting dalam menjaga kesehatan tubuh dan pikiran.

Jus Jeruk Bukan Pengganti Pengobatan Depresi

Penelitian yang dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition tersebut menambah informasi mengenai potensi hubungan antara konsumsi jus buah 100 persen dan kesejahteraan mental.

Bagi orang yang kesulitan memenuhi anjuran konsumsi lima porsi buah dan sayuran setiap hari, jus buah 100 persen dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu menambah asupan nutrisi.

Meski demikian, penelitian yang melibatkan 42 orang dewasa selama empat minggu tersebut belum cukup untuk membuktikan bahwa jus jeruk dapat mencegah atau mengobati depresi. Penelitian lanjutan dengan jumlah peserta lebih besar dan durasi lebih panjang masih diperlukan.

Mengonsumsi buah secara utuh juga tetap penting karena buah utuh menyediakan serat yang umumnya lebih sedikit ditemukan dalam jus. Oleh sebab itu, jus jeruk sebaiknya dikonsumsi secara wajar sebagai bagian dari pola makan sehat, bukan sebagai pengganti buah utuh ataupun penanganan medis bagi orang yang mengalami gangguan kesehatan mental.

Terkini

Terpopuler