PEKANBARU (RA) – Kabut asap masih berpotensi menyelimuti wilayah Provinsi Riau pada Rabu (14/10/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru juga memprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sejumlah daerah.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yasir P, menyampaikan potensi kekaburan udara akibat asap diprakirakan terjadi sejak pagi hingga malam hari. Kondisi cuaca secara umum berawan, sedangkan pada dini hari juga berpotensi terjadi kekaburan udara akibat asap.
Pada pagi hari, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti, Pelalawan, Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir.
"Memasuki siang hingga sore hari, hujan diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Siak dan Pelalawan,". ujarnya.
Sementara pada malam hari, hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Rokan Hulu, Bengkalis, Siak dan Kampar.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Kondisi tersebut diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Pelalawan, Siak, Kampar, Bengkalis, Rokan Hulu dan Rokan Hilir pada pagi serta siang atau sore hari.
Untuk kondisi atmosfer, suhu udara di Riau diprakirakan berkisar 23–33 derajat Celsius dengan kelembapan udara 55–99 persen. Angin bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan 10–40 kilometer per jam.
Adapun tinggi gelombang laut di wilayah perairan Provinsi Riau diprakirakan berkisar 0,5–1,25 meter atau masuk kategori rendah.
Di tengah kondisi asap yang masih berpotensi mengganggu kualitas udara, BMKG mencatat tidak ada titik panas atau hotspot yang terdeteksi di Provinsi Riau.
Secara keseluruhan, terpantau 333 titik panas di wilayah Sumatera. Sebagian besar berada di Sumatera Selatan dengan 214 titik, disusul Lampung 70 titik, Bangka Belitung 42 titik, Jambi enam titik dan Bengkulu satu titik.
BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap, terutama bagi kesehatan sistem pernapasan. Warga disarankan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta membatasi kegiatan di luar rumah apabila kondisi asap semakin pekat.