Pencarian

Podcast Kelupas

Sultan Banjar Pertanyakan Motif Belanda Pulangkan 427 Sisa Jasad Koleksi Dubois

Rabu, 14 Oktober 2026 • 06:09:47 WIB
Sultan Banjar Pertanyakan Motif Belanda Pulangkan 427 Sisa Jasad Koleksi Dubois
Wakil Ketua Komisi II Agun Gunanjar Sudarsa (Foto : Biro Pemberitaan DPR)

JAKARTA (RA) - Anggota DPR RI Fraksi PAN sekaligus Ketua Forum Silaturahmi Keraton Se-Nusantara (FSKN), Sultan Banjar, mempertanyakan motif Pemerintah Belanda memulangkan 427 sisa jasad manusia yang menjadi bagian dari koleksi peneliti Eugene Dubois. 

Ia mendesak pemerintah Indonesia melibatkan kerajaan-kerajaan Nusantara dan ahli waris dalam penanganan sisa jasad tersebut.

Menurutnya, pemulangan koleksi bersejarah itu tidak cukup hanya dilihat sebagai persoalan pengembalian benda atau peninggalan sejarah. Penanganannya harus memperhatikan nilai agama, budaya, sejarah, serta martabat manusia.

"Pemerintah harus melibatkan ahli waris. Sebagai umat Muslim, kita tidak ingin sisa jasad tersebut dibiarkan begitu saja. Harus ada penanganan yang sesuai," tegasnya, Rabu (14/10/2026).

Sultan Banjar menilai pemerintah sebaiknya berperan sebagai fasilitator atau mediator yang menjembatani penyelesaian persoalan tersebut bersama para ahli waris dan kerajaan-kerajaan Nusantara.

Ia juga mempertanyakan latar belakang pengumpulan sisa jasad manusia pada masa kolonial. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan adanya transparansi mengenai asal-usul koleksi tersebut, termasuk mengungkap catatan kekerasan dan dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang mungkin berkaitan dengan pengumpulannya.

Sebelumnya, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyampaikan bahwa pemulangan 427 sisa jasad manusia tersebut merupakan hasil kesepakatan atas permintaan Indonesia berdasarkan rekomendasi Dutch Colonial Collections Committee.

Ratusan sisa jasad itu merupakan bagian dari koleksi yang dikumpulkan oleh peneliti Eugene Dubois di Hindia Belanda pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks