BANTEN (RA) - Gubernur Banten Andra Soni berharap operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap delapan warga yang hilang kontak di perairan Selat Sunda diperpanjang apabila hingga hari ketujuh, Senin (14/9/2026), belum ditemukan.
Andra mengatakan perpanjangan operasi diperlukan untuk memaksimalkan upaya pencarian terhadap delapan warga yang hingga kini masih belum ditemukan.
"Harapan saya adalah untuk memaksimalkan pencarian dan memperpanjang waktu pencarian," ujar Andra Soni di Pandeglang, Minggu (13/9/2026) kemarin sebagaimana dilansir dari Beritasatu.com.
Menurutnya, harapan tersebut juga menjadi keinginan keluarga korban. Karena itu, ia meminta Basarnas mempertimbangkan kemungkinan perpanjangan operasi dengan memperhatikan potensi pencarian serta berbagai temuan yang diperoleh tim SAR di lapangan.
"Dalam diskusi dengan pihak keluarga korban, besar harapan keluarga bilamana hari ketujuh belum ditemukan untuk bisa diperpanjang pelaksanaan operasi SAR," ucapnya.
Andra menegaskan Pemprov Banten akan terus memberikan dukungan maksimal terhadap proses pencarian delapan warga tersebut.
"Pemerintah Provinsi Banten berusaha memberikan dukungan terbaik, dukungan maksimal, termasuk mempertimbangkan perpanjangan waktu operasi SAR sesuai prosedur yang berlaku," katanya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia mendoakan agar delapan warga yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
"Kami memohon doa kepada seluruh masyarakat Indonesia agar kawan-kawan kita ini bisa ditemukan dalam kondisi selamat," ujarnya.
Delapan warga tersebut sebelumnya berangkat menggunakan kapal cepat dari Dermaga Pegedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka bertolak menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.
Dari delapan orang yang masih dalam pencarian, lima di antaranya merupakan jurnalis. Mereka yakni M Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.
Sementara tiga orang lainnya merupakan kru dan pemandu kapal, yakni Warta selaku nakhoda, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto sebagai pemandu.
Hingga kini, tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap kedelapan orang tersebut. Setiap temuan di lapangan terus dievaluasi untuk memastikan apakah dapat menjadi petunjuk mengenai keberadaan para korban.
Pemprov Banten berharap seluruh potensi pencarian dapat dimaksimalkan hingga batas waktu operasi SAR. Jika hingga hari ketujuh korban belum ditemukan, usulan perpanjangan operasi akan dipertimbangkan sesuai prosedur yang berlaku.