PEKANBARU (RA) - Dinas Kesehatan Provinsi Riau terus melakukan distribusi masker untuk membantu masyarakat menghadapi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, mengatakan total masker yang sudah disalurkan mencapai 102.400 pcs. Pembagian dilakukan kepada berbagai instansi pemerintah, organisasi, sekolah, hingga fasilitas kesehatan baik di Kota Pekanbaru maupun daerah lain di Riau.
“Masker ini kita distribusikan untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi asap akibat karhutla yang masih terjadi di beberapa daerah di Riau,” kata Zulkifli, Rabu (9/9/26).
Berdasarkan data distribusi, masker telah disalurkan kepada pemerintah daerah melalui dinas kesehatan masing-masing. Daerah penerima meliputi Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kampar, Rokan Hulu, Rokan Hilir serta Kota Pekanbaru.
Selain jajaran pemerintah daerah, pendistribusian masker juga mencakup berbagai instansi lain di Riau yakni Polri, BPBD dan Damkar Riau, Pramuka Kwartir Daerah Riau, DPD Projo Riau, organisasi kepemudaan, sekolah, universitas, kelurahan, hingga panti asuhan.
Diskes Riau sendiri juga turun langsung membagi-bagikan masker kepada masyarakat di berbagai titik di Pekanbaru.
Dari total stok awal sebanyak 123.700 pcs, saat ini sisa masker yang tersedia di Diskes Provinsi Riau sebanyak 21.300 pcs.
"Jadi stok awal itu kita punya 123.700 pcs masker. Kemudian yang sudah kita distribusikan 102.400 pcs. Sedangkan buper stok tersedia saat ini tinggal 21.300 pcs," jelas Zulkifli.
Untuk mengantisipasi kebutuhan, Diskes Riau kembali mengajukan bantuan ke pemerintah pusat sebanyak 850 ribu masker. Rinciannya masker bedah 800 ribu pcs dan masker N95 50 ribu pcs.
"Pusat awalnya sudah mendistribusikan 100 ribu pcs ke kita, sebelum kabut asap melanda Riau. Kemudian kita mengajukan lagi penambahan 10 ribu pcs, itu kan sudah kita distribusikan. Dengan buper stock 21.300 pcs yang ada saat ini kita kembali mengajukan lagi ke pusat," pungkasnya.
Zulkifli menambahkan, pendistribusian masker merupakan bagian dari langkah antisipasi pemerintah terhadap dampak karhutla, khususnya bagi kesehatan masyarakat di wilayah terdampak asap.
“Kita tetap siapkan buffer stock. Distribusi dilakukan sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan,” jelasnya.