Karhutla SM Kerumutan Ancam Habitat Harimau Sumatera di Pelalawan

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:58:34 WIB
Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Supartono.

PELALAWAN (RA) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau, mengancam habitat berbagai satwa liar dilindungi, termasuk harimau Sumatera.

Kebakaran yang terjadi di kawasan gambut tersebut telah berlangsung lebih dari sepekan. Kondisi vegetasi yang rapat serta potensi penyebaran api membuat ancaman terhadap ekosistem dan satwa di kawasan konservasi semakin besar.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Supartono, mengatakan hingga saat ini belum ditemukan satwa yang menjadi korban langsung akibat kebakaran. Meski demikian, titik api yang berada di dalam kawasan konservasi menjadi perhatian serius.

"Sebelumnya, tim Satgas Udara sempat berhasil memadamkan pergerakan api melalui aksi bom air (water bombing) pada akhir pekan lalu," kata Supartono, Selasa (25/8/2026) kemarin.

Namun, bara yang berada di dalam lapisan gambut masih berpotensi kembali menyala akibat cuaca panas dan angin kencang. Berdasarkan estimasi awal BBKSDA Riau, sekitar lima hektare lahan gambut di kawasan SM Kerumutan telah terbakar.

"Luasan lahan terbakar di SM Kerumutan diperkirakan 5 hektare, itu lahan gambut," ujarnya.

Supartono menjelaskan, proses pemadaman menghadapi medan yang cukup berat. Tim darat harus menembus vegetasi hutan gambut dengan jarak sekitar 32 kilometer dari batas luar kawasan untuk mencapai titik api.

Untuk mempercepat penanganan, pemadaman dilakukan melalui kombinasi operasi udara dan darat. Tim udara melakukan pemantauan serta pemetaan titik panas, sementara personel darat berupaya membuka akses menuju lokasi kebakaran.

"Sementara personel darat berusaha membuka akses penembusan agar pemadaman langsung di titik api dapat direalisasikan," terangnya.

Selain kebakaran di dalam kawasan SM Kerumutan, titik api juga terdeteksi di luar kawasan konservasi, sekitar 12 kilometer dari batas kawasan.

 

Tags

Terkini

Terpopuler