Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk ke Level Sangat Tidak Sehat

Senin, 24 Agustus 2026 | 09:50:00 WIB
Kabut asap menyelimuti Kota Pekanbaru.

PEKANBARU (RA) – Kualitas udara di Kota Pekanbaru, Riau, kembali memburuk pada Senin (24/8/2026) pagi. Konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 terpantau mencapai 180,6 µg/m³ dan masuk kategori sangat tidak sehat.

Berdasarkan pemantauan BMKG pada pukul 08.00 WIB, konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru menunjukkan peningkatan cukup signifikan. Kondisi ini menjadi perhatian di tengah meningkatnya jumlah titik panas atau hotspot di sejumlah wilayah Riau.

Data BMKG menunjukkan kualitas udara Pekanbaru berfluktuasi sejak dini hari. Pada pukul 00.00 WIB, konsentrasi PM2.5 berada di sekitar 110 µg/m³ dan masuk kategori tidak sehat.

Memasuki pukul 01.00 WIB, konsentrasi PM2.5 melonjak hingga mendekati 170 µg/m³ atau masuk kategori sangat tidak sehat.

Kondisi sempat membaik pada pukul 02.00-03.00 WIB dengan konsentrasi berada di kisaran 70-90 µg/m³. Namun, kualitas udara kembali memburuk sekitar pukul 04.00 WIB dengan konsentrasi PM2.5 mencapai sekitar 175 µg/m³.

Pada pukul 05.00-06.00 WIB, konsentrasi PM2.5 turun ke kisaran 140-150 µg/m³ atau kategori tidak sehat.

Namun, kondisi kembali memburuk pada pagi hari. Pada pukul 07.00-08.00 WIB, konsentrasi PM2.5 kembali melonjak dan mencapai 180,6 µg/m³.

Kondisi tersebut membuat kualitas udara Pekanbaru berada pada kategori sangat tidak sehat.

PM2.5 merupakan partikulat berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan. Paparan dalam konsentrasi tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.

Masyarakat di Pekanbaru diimbau meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika melakukan aktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker dan pengurangan aktivitas di luar rumah dapat menjadi langkah pencegahan ketika kualitas udara memburuk.

Kondisi ini juga perlu menjadi perhatian mengingat BMKG pada Senin (24/8/2026) mencatat 491 hotspot terdeteksi di Provinsi Riau, dengan konsentrasi tertinggi berada di Kabupaten Pelalawan sebanyak 239 titik dan Indragiri Hilir sebanyak 166 titik.

Peningkatan hotspot tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai dalam situasi kualitas udara Riau, terutama jika asap dari kebakaran hutan dan lahan terbawa angin menuju wilayah perkotaan.

Tags

Terkini

Terpopuler