KAMPAR (RA) - Puluhan siswa SMK Negeri 1 Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, diduga mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Fakta baru muncul setelah diketahui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan tersebut disebut belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Bahkan, operasional SPPG tersebut disebut telah ditangguhkan, namun masih berjalan.
Ketua Satgas MBG Kabupaten Kampar yang juga Wakil Bupati Kampar, Hj. Misharti, membenarkan adanya penangguhan terhadap SPPG tersebut.
"Dan ternyata SPPG ini juga belum keluar SLHS-nya dan ditangguhkan sampai dia memperbaiki beberapa yang harus diperbaiki. Dari Dinas Kesehatan juga mengatakan ditangguhkan, tapi mereka masih beroperasi. Kewenangan kita tidak sampai di situ karena dari BGN langsung," kata Misharti saat dihubungi Riauaktual.com, Rabu (19/8/2026).
Menurut Misharti, setiap SPPG seharusnya memenuhi persyaratan dan memiliki SLHS sebelum menjalankan pelayanan.
Namun, kewenangan pemerintah daerah untuk menghentikan operasional SPPG terbatas karena program MBG berada di bawah Badan Gizi Nasional (BGN).
"SPPG itu harusnya wajib memiliki SLHS. Kalau tidak ada SLHS sudah beroperasi, kita juga tidak menginginkan. Pemerintah pusat pasti tidak menginginkan adanya keracunan seperti ini," ujarnya.
Satgas MBG Turun Cek Siswa
Misharti mengaku mendapat informasi mengenai dugaan gangguan kesehatan yang dialami siswa pada Selasa (18/8/2026) malam.
Keesokan harinya, ia bersama tim Satgas MBG Kabupaten Kampar langsung turun ke lapangan untuk memantau kondisi para siswa.
Sejumlah fasilitas kesehatan didatangi, di antaranya Puskesmas Tapung, Puskesmas Suram dan fasilitas kesehatan di Tandun.
Dalam penanganan tersebut, Satgas MBG Kabupaten Kampar bersama Dinas Kesehatan dan BPOM juga mengambil sampel makanan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
"Kami sudah mengambil sampel. Saya juga membawa BPOM dan Kepala Dinas Kesehatan. Kami meninjau korban, kemudian melihat SPPG-nya, dapur SPPG-nya," kata Misharti.
Jumlah Siswa yang Mengalami Keluhan Belum Final
Misharti mengatakan sekitar 45 orang sebelumnya sempat menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan dan telah diperbolehkan pulang.
Namun, saat peninjauan berlangsung, sekitar 40 orang kembali mendatangi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pelayanan.
Dengan demikian, jumlah siswa yang mengalami keluhan sementara diperkirakan lebih dari 81 orang.
Meski begitu, angka tersebut belum menjadi data final karena proses pendataan dan pemantauan masih berlangsung.
"Kalau detailnya saya belum tahu karena kita tidak tahu berapa lagi yang mungkin akan mengalami keluhan," katanya.
Misharti menegaskan operasional SPPG tersebut harus dihentikan sementara hingga pemeriksaan selesai dan BGN menentukan langkah selanjutnya.
"SPPG itu harus di-suspend. Betul, di-suspend, diberhentikan dulu sampai hasil BGN menentukan," tegasnya.
Pemda Minta Pelaksanaan MBG Sesuai SOP
Misharti mengatakan pemerintah daerah tetap memiliki tugas memastikan pelaksanaan program MBG berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Sementara kewenangan terkait status dan operasional SPPG berada di bawah BGN.
"Pak Presiden menginginkan agar SPPG ini betul-betul melaksanakan kegiatan sesuai dengan standar operasional prosedurnya, SOP-nya," ujar Misharti.
Ia juga meminta pihak sekolah segera melakukan pendataan terhadap seluruh siswa yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan MBG.
Puskesmas diminta terus memantau kondisi siswa yang telah diperbolehkan pulang.
Misharti turut mengimbau para orang tua agar mengawasi kondisi anak dan memastikan mereka mendapatkan waktu istirahat yang cukup.
Jika muncul keluhan yang tidak dapat ditangani di rumah, siswa diminta segera dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan.
"Kalau terjadi hal-hal yang di luar dugaan kita dan tidak bisa ditangani di rumah, maka cepat bawa ke layanan kesehatan," pungkasnya.
Hingga kini, sampel makanan dan kondisi siswa masih dalam proses pemeriksaan. Penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa juga masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.