El Nino Kuat Mengintai Siak, BPBD Waspadai Lonjakan Karhutla Agustus 2026

Jumat, 14 Agustus 2026 | 09:48:05 WIB
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Siak Novendra Kasmara.

SIAK (RA) - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Siak perlu diwaspadai. Penurunan curah hujan yang signifikan pada Agustus 2026, ditambah kondisi El Nino yang berada pada fase kuat, berpotensi meningkatkan kemunculan titik panas di wilayah tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Siak, Novendra Kasmara, mengimbau seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan serta tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

"Musim kering seperti sekarang rentan dan berpotensi terjadinya karhutla. Kami mengimbau semua pihak tidak membuka lahan dengan cara dibakar," ujar Novendra, Jumat (14/8/2026).

Menurut Novendra, pemantauan terhadap potensi titik panas harus dilakukan secara berkelanjutan. Pemerintah kampung bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) juga diminta terus memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus memperkuat langkah pencegahan.

Selain itu, pemerintah daerah, dunia usaha, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan diminta meningkatkan patroli serta deteksi dini terhadap potensi kebakaran.

"Kewaspadaan perlu ditingkatkan terhadap aktivitas masyarakat yang berpotensi memunculkan kebakaran, khususnya pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar," katanya.

Ia juga mengajak seluruh unsur Satuan Tugas (Satgas) Karhutla memperkuat patroli dan deteksi dini di wilayah rawan.

Apabila ditemukan sumber api, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada petugas agar api dapat ditangani sejak dini dan tidak berkembang menjadi karhutla dalam skala luas.

Berdasarkan surat BMKG Kelas II Riau tertanggal 13 Agustus 2026, curah hujan di Kabupaten Siak pada dasarian III Agustus diprakirakan berada pada kategori rendah, yakni 10–50 milimeter, dengan sifat hujan bawah normal.

Kondisi tersebut menjadi perhatian BPBD karena rendahnya curah hujan dapat meningkatkan potensi terjadinya titik panas dan kebakaran hutan maupun lahan.

Selain itu, berdasarkan informasi BMKG, kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) diprediksi berada pada fase positif hingga akhir 2026. Indeks El Nino tercatat +2,77, meningkat dibandingkan +2,20 pada Juli dan menunjukkan kondisi El Nino kuat.

Kondisi tersebut diprakirakan masih dapat berlangsung hingga awal 2027. Situasi ini menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi karena dapat memengaruhi pola curah hujan dan meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah wilayah.

Sementara itu, BMKG memprakirakan curah hujan di Kabupaten Siak pada September hingga November 2026 berada pada kategori menengah, sekitar 100–300 milimeter per bulan, dengan sifat hujan bawah normal hingga normal dibandingkan rata-rata klimatologis pada periode tersebut.

Dengan kondisi tersebut, BPBD Siak menilai kesiapsiagaan menghadapi karhutla perlu diperkuat secara berkelanjutan dan tidak hanya berfokus pada puncak musim kemarau Agustus–September.

Penguatan patroli, deteksi dini, edukasi masyarakat dan respons cepat terhadap setiap sumber api menjadi langkah penting untuk mencegah karhutla meluas di Kabupaten Siak.

Terkini

Terpopuler